Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi dan Rob hingga 10 Desember

Rabu, 8 Desember 2021 | 16:49 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi dan banjir rob (banjir yang terjadi akibat naiknya permukaan air laut menuju daratan di sekitarnya) yang berada di kawasan pesisir atau pinggir pantai.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, potensi tersebut bisa melanda kota-kota besar di Indonesia yang berada di wilayah pesisir. Potensi gelombang tinggi 4 hingga 6 meter dan banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia periode 8-10 Desember 2021 perlu diwaspadai masyarakat.

“Dampak gelombang tinggi ini terutama terjadi di laut dan di pesisir. Kota-kota besar yang ada di pesisir misalnya Jakarta, Semarang, kemudian juga Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya di sekitar pesisir,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers virtual bertajuk "Analisis Informasi Potensi Banjir Rob dan Gelombang Tinggi Perairan", Rabu (8/12/2021).

Menurutnya kota-kota besar tersebut terutama wilayah yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan juga di beberapa titik di laut Jawa.

Dijelaskan kondisi cuaca di musim hujan saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti angin la nina, angin muson, serta sirkulasi siklonik.

Dwikorita menambahkan, kecepatan angin di laut akan bertambah menjadi 25 hingga 30 knot (46 hingga 56 km per jam). Tidak hanya itu, ini juga akan meningkatkan tinggi gelombang laut menjadi 4-6 meter. Selain itu saat ini posisi bulan sedang berada dekat dengan bumi, dan akan mempengaruhi pasang surut air laut.

Dia mengungkapkan sejumlah wilayah Indonesia yang akan terdampak pada periode 8-10 Desember 2021. Di antaranya, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Provinsi Banten, Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Ternate dan Halmahera, serta Papua Barat dan Papua.

“Nah, khusus untuk Papua Barat itu adalah Papua Barat bagian utara dan Papua adalah Papua bagian utara yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik,” ungkapnya.

Maka itu, kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gelombang tinggi dan banjir rob dinilai perlu untuk mengantisipasi dampak dari gelombang tinggi dan pasang muka air laut tersebut.

“Saat ini, posisi bulan berada sangat dekat dengan bumi. Ini akan menyebabkan volume air laut meningkat dan terjadi pasang naik. Nah hal itu akan terulang lagi pada tanggal 18 hingga 22 Desember akibat adanya fenomena fase bulan purnama,” ungkap dia.

Peristiwa potensi banjir rob ini berpotensi terjadi di seluruh Indonesia, khususnya di Indonesia bagian timur. Dwikorita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan pasang air laut.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada atas potensi terjadinya pasang air laut yang akan terjadi nanti,” urai dia.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan bahwa kota-kota besar yang terdampak banjir rob ini terutama yang seamless atau garis pantai dengan wilayah daratannya tidak ada batas.

“Bahwa sebenarnya kita melihat dulu, dampaknya itu kalau gelombang tinggi itu terhadap kota-kota besar, kita lihat kota-kota besar mana yang masih memiliki jarak antara garis pantai dengan tanahnya atau wilayah ketinggiannya,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI