Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Frans Lebu Raya, Anggur Merah, dan Pendidikan di NTT

Senin, 20 Desember 2021 | 22:35 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho, Anselmus Bata / AB
Frans Lebu Raya.

Jakarta, Beritasatu.com - Anggur Merah pada judul tak terkait dengan buah, apalagi minuman yang memabukkan, seperti syair lagu dangdut yang dilantunkan Meggy Z. Anggur Merah merupakan salah satu program mantan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya yang berpulang pada Minggu (19/12/2021) di RS Sanglah, Denpasar, Bali.

Ketika menjabat gubernur NTT periode 2008-2013, Frans memperkenalkan program Anggur Merah. Anggur Merah merupakan akronim dari anggaran menuju rakyat sejahtera. Nama lengkap program itu adalah Program Desa Mandiri Anggur Merah.

Mantan Kepala Bappeda NTT Wayan Darmawan mengatakan Program Desa Mandiri Anggur Merah telah membantu rakyat untuk meningkatkan pendapatan keluarga menuju sejahtera. Berdasarkan data pada 2012, kegiatan ekonomi kerakyatan yang bersumber dari anggaran tersebut didominasi usaha ternak sapi, babi, dan kambing. Selain ternak, ada juga usaha lain yang bermanfaat, yakni koperasi simpan pinjam, usaha pangan, industri kecil, perikanan, dan perdagangan.

Program tersebut secara resmi mulai berjalan sejak 2011. Ketika itu, sebanyak 287 desa menerima dana hibah dari APBD NTT. Setiap desa mendapat dana Rp 250 juta. Pada tahun-tahun berikutnya, jumlah desa yang memperoleh dana Anggur Merah terus bertambah. Pada 2012, sebanyak 298 desa menerima dana tersebut, lalu 306 desa pada 2013.

Pada periode kedua kepemimpinannya di NTT (2013-2018), Frans Lebu Raya menggencarkan program andalan tersebut. Jumlah desa yang mendapat dana Anggur Merah melonjak menjadi 589 desa/kelurahan. Setahun sebelum masa pemerintahannya berakhir, program tersebut dihentikan. Sejak digulirkan, sebanyak 3.270 desa menerima dana Anggur Merah berjumlah Rp 817,5 miliar.

Frans Lebu Raya mendampingi Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke NTT. (Dokumen Beritasatu.com)

Sebagai pemimpin daerah yang merangkak dari bawah, Frans Lebu Raya paham betul akan kondisi rakyatnya. Permodalan menjadi salah satu kendala bagi rakyat untuk mencapai kesejahtaraan, sehingga pemerintah daerah perlu turun tangan. Bantuan dana Anggur Merah dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kelompok usaha produktif dan diharapkan terus bergulir hingga saat ini.

Langkah cerdas tersebut merupakan upaya konkret Frans Lebu Raya mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, NTT merupakan salah satu provinsi miskin di Indonesia, meski belakangan ini mulai merangkak naik.

Tak hanya kesejahteraan rakyat, Frans juga peduli terhadap pembangunan pendidikan di NTT. Maklum, NTT juga menjadi salah satu provinsi di Nusantara yang terseok-seok dalam dunia pendidikan.

Ketika menerima 108 murid SD Kristen Citra Bangsa di Aula Sasando Kantor Gubernur NTT pada Juni 2017, Frans berujar,"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Ketika kamu jatuh, bintang-bintang itu akan menahanmu."

Frans Lebu Raya berbincang dengan murid SD Kristen Citra Bangsa. (Dokumen Beritasatu.com)

Frans Lebu Raya pun mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai seorang anak petani di Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.

"Saya menghabiskan masa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di sebuah kampung kecil di Adonara. Untuk bersekolah, saya berjalan kaki sejauh kurang lebih dua kilometer. Sejak kecil makanan utama dalam keluarga kami adalah jagung, ubi, dan kacang-kacangan. Namun, saya selalu menjadi juara di kelas. Saya baru menginjakkan kaki di kantor gubernur pada saat menjadi mahasiswa," ujarnya seraya mengaku bahwa dirinya tidak pernah bermimpi menjadi seorang gubernur.

Segala kesulitan dan rintangan tidak menyurutkan niatnya untuk terus berjuang demi meraih pendidikan yang tinggi. "Hidup selalu butuh perjuangan. Perjuanganlah yang membuat orang menjadi dewasa. Tugas seorang anak sekolah adalah belajar, belajar, dan belajar," tegas Frans yang pernah dinobatkan sebagai salah satu mahasiswa teladan seluruh Indonesia pada 1987 itu.

Oleh karena itu, Gubernur Frans Lebu Raya menegaskan kembali komitmennya untuk membangun pendidikan yang bermutu dengan meningkatkan kualitas guru, fasilitas pendidikan, dan proses belajar mengajar yang lebih humanis.

"Anak-anak harus diberi kesempatan untuk bersekolah, bukan disuruh untuk mencari nafkah bagi keluarga. Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya memberikan beasiswa kepada anak-anak sekolah, dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Anak-anak hendaknya sejak kecil ditanamkan tentang etika dan sopan santun, berakar pada budaya dan adat istiadat," papar Frans yang pernah menjadi ketua senat saat berkuliah di Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Pejuang Partai
Sebagai kader PDI Perjuangan (PDIP), Frans Lebu Raya juga menjadi salah satu tokoh yang dipercaya elite partai, termasuk Megawati Soekarnoputri. Sejak Kongres PDIP pada 2005, 2010, dan 2015, Frans selalu dipercaya menjadi pimpinan sidang sementara.

“Pak Frans juga yang di hadapan peserta kongres memimpin upacara pengucapan janji jabatan ketua umum terpilih secara aklamasi, Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Senin (20/12/2021).

Frans Lebu Raya memandu Megawati Soekarnoputri mengucapkan sumpah sebagai ketua umum PDIP. (B1/Joanito de Saojoao)

Sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP NTT Yunus Takandewa kepada wartawan di Kupang, Minggu (19/12/2021) malam, menyatakan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri telah memberikan arahan agar seluruh anggota dan kader partai banteng bermoncong putih itu memberikan penghormatan terbaik kepada Frans Lebu Raya.

“Dalam rekam jejak sejarah partai, Pak Frans sosok yang teguh pada prinsip dan pejuang partai. Di masa sulit ketika mendapat tekanan pemerintahan Orde Baru, Pak Frans sangat loyal kepada Bung Karno, Ibu Megawati, dan PDI Perjuangan," katanya.

Frans Lebu Raya telah pergi untuk selamanya dalam usia 61 tahun. Rakyat NTT tentu merasa kehilangan sosok pemimpin yang merakyat dan telah berkontribusi untuk membebaskan Flores, Sumba, Timor, dan Alor (Flobamora) dari kemiskinan dan kebodohan. Tugasnya telah selesai dan hendaknya Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan gubernur-gubernur selanjutnya bisa benar-benar mewujudkan Provinsi NTT yang bebas dari kemiskinan dan kebodohan. Selamat jalan Bung Frans Lebu Raya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI