Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pembangunan Pemuda Jadi Agenda Strategis Indonesia

Rabu, 22 Desember 2021 | 12:45 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / WBP
Webinar dengan tema “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh Membangun Pemuda Tangguh”.

Jakarta, Beritasatu.com- Kondisi pandemi Covid-19 telah memberi dampak signifikan atas pembangunan Indonesia secara keseluruhan, tak terkecuali pemuda. Kondisi ini tercermin dalam laporan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2021 yang turun 1,67 poin dari 52,61 (2019) menjadi 51,00 (2020). IPP dipetakan ke dalam lima domain yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Subandi Sardjoko, menyampaikan bahwa pembangunan pemuda merupakan agenda strategis bagi Indonesia, terutama dalam merespons krisis pandemi Covid-19. “Pemuda, dengan jumlah satu dari empat penduduk Indonesia memiliki peran penting sebagai kelompok usia produktif dan berperan aktif sebagai critical thinker, change maker, innovator, communicator, bahkan leaders dalam meningkatkan IPP," ujar Subandi dalam webinar bertema “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh Membangun Pemuda Tangguh” lewat keterangannya, Rabu (22/12/2021).

Dampak pandemi Covid-19 terutama terlihat pada indikator tingkat pengangguran terbuka pemuda dan wirausaha kerah putih dalam domain lapangan dan kesempatan kerja. Selain itu, indikator perempuan bekerja di sektor formal yang merupakan domain gender dan diskriminasi.

Di sisi lain, kata dia, penurunan capaian IPP secara nasional berdampak terhadap berkurangnya disparitas capaian IPP antarprovinsi. Untuk mencapai target IPP pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024 sebesar 57,67 diperlukan inovasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah.

Untuk itu, RPJMN 2020-2024 dan Rencana Kerja Pemerintah 2022 (RKP 2022) memberikan prioritas tersendiri atas pembangunan pemuda.

Sementara Plt Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jonni Mardizal menekankan bahwa pemerintah tengah melakukan finalisasi atas Rencana Aksi Nasional (RAN) Pelayanan Kepemudaan 2021-2024 sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari revisi Perpres Nomor 66 tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan.

Selanjutnya, Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Anjali Sen, menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda di tingkat lokal, nasional, dan global dalam memperkaya berbagai proses kebijakan dan pembangunan nasional dan internasional.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI