Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Peran Pemuda Pascapandemi Perlu Diperkuat

Selasa, 28 Desember 2021 | 19:24 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Dari kiri-kanan: Tm Komunikasi publik PCPEN Kemenkominfo Ika Ardiana, Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PPIPM) Nashir Efend, Ketua PP Pemuda Muhammdiyah (PPPM) Sunanto dan moderator menjadi pembicara Refleksi Akhir dan Awal Tahun dalam Penanganan Covid-19 dengan Tema "menyongsong 2022: Pemuda Penggerak Kebangkitan Pasca Pandemi" di Jakarta, 27 Desember 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Pemuda diharapkan berperan lebih besar sebagai penggerak kebangkitan ekonomi, sosial, dan kesehatan, pascapandemi Covid-19 di tahun mendatang. Hal itu terungkap dalam Refleksi Akhir Tahun dan Awal Tahun Penanganan Covid-19 bertajuk Menyongsong 2022: Pemuda Penggerak Kebangkitan Pasca Pandemi Senin (27/12/2021) yang digelar Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Ketua MCCC PP Muhammadiyah Agus Samsudin berpandangan pemuda diharapkan menjadi tulang punggung penanganan Covid-19. Ke depan peran pemuda masih banyak, terutama dalam memulihkan perekonomian Indonesia. "Muhammadiyah khususnya pemuda terjun langsung, baik di dalam pencegahan, penanganan atau pengobatan, dan pemulihan atau penyembuhan," terang dia dalam keterangan tertulisnya Selasa (28/12/2021).

Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Kemenkominfo Hasyim Gautama mengapresiasi aktivitas kemanusiaan dan upaya pembentukan pusat komando krisis Muhammadiyah dalam menangani pandemi.

Sementara Ketua Pemuda Muhammadiyah Sunanto, menyampaikan banyak ruang yang dapat diisi Pemuda Muhammadiyah untuk mengatasi pandemi. Salah satunya sebagai agen informasi dan edukasi kepada masyarakat, agar tidak terjebak pada informasi keliru mengenai Covid-19. Peran tersebut sama pentingnya seperti aktivitas Pemuda Muhammadiyah yang selama ini terjun langsung dalam mendistribusikan bantuan sosial masyarakat atau pemulasaran jenazah korban Covid-19. "Saya berharap ke depan koordinasi pemerintah dan masyarakat dapat mendorong percepatan vaksinasi, penegakkan disiplin protokol kesehatan, dan pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang paling terdampak," kata dia.

Di kesempatan yang sama, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Nashir Effendi mengatakan aktivitas IPM dalam penangangan Covid-19 salah satunya lewat Gerakan Yatim Berdaya, di mana sasarannya adalah pelajar Muhammadiyah yang kehilangan orang tua di saat pandemi. "IPM juga berkomitmen mendorong percepatan vaksinasi, utamanya usia 6-12 tahun. Hal ini demi mempercepat pembelajaran tatap muka bisa kembali dengan aman," kata dia.

Adapun Ketua PP Nasyiatul Aisyiyah (NA) Dyah Puspitarini, menyampaikan, NA fokus pada perempuan dan anak, di saat pandemi. Aksi tanggap Covid-19 yang dilakuan NA meliputi pencegahan, penanganan, dan pemulihan. Adapun fokus areanya di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Abdul Musawir Yahya menyampaikan pentingnya pemberdayaan masyarakat terdampak pandemi, terutama dalam hal pengentasan pengangguran. “Penting untuk membantu masyarakat meningkatkan perekonomian,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI