Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Meningkat, Tahun 2021 Karhutla Mencapai 353.222 Hektare

Senin, 10 Januari 2022 | 13:29 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CAH
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng Smart Cakrawala Aviation dalam penanggulangan Karhutla.

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat terjadinya peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2021 dibanding tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2020 karhutla mencapai 296.942 hektare, lalu pada 2021 meningkat jadi 353.222 hektare.

"Terjadi kenaikan karhutla pada tahun 2021 seluas 56.280 hektare (18,95%) jika dibandingkan tahun 2020 sehingga perlu ada penanganan serius ke depannya," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanthi dalam keterangannya kepada media, Senin (10/1/2022).

Dia mengatakan NTT dan NTB menjadi provinsi dengan jumlah kenaikan kebakaran hutan yang paling signifikan di tahun lalu.

"Sementara untuk wilayah yang paling banyak luas wilayahnya yang terbakar yakni lahan gambut yang luasnya mencapai 13.367 hektare. Serta Riau di peringkat kedua dengan jumlah luas total wilayah hutan yang terbakar mencapai 8.015 hektare," kata Laksmi Dhewanthi

Menurutnya perlu ada tata kelola penanggulangan bencana khususnya karhutla dengan menggandeng semua stakeholder seperti Polri, TNI, dan swasta seperti Smart Cakrawala Aviation. Ini diperlukan untuk rutin melakukan patroli titik api saat musim kemarau di area hutan yang melibatkan pesawat perintis seperti Cessna Caravan yang mereka miliki.

CEO Smart Cakrawala Aviation, Pongky Majaya mengaku kerja sama yang dijalin dengan instansi pemerintah dalam hal penanganan bencana karhutl menjadi kegiatan sosial mereka. Smart Cakrawala menerjunkan menyiapkan pesawat Cessna Caravan 208 dengan registrasi PK-SNK, beserta tim yang telah berpengalaman dalam operasional penerbangan Patroli Udara di lokasi bencana dan kebakaran hutan.

"Tujuan utama Smart Cakrawala Aviation tentunya untuk membantu kegiatan pemerintah dalam penanggulangan bencana agar lebih maksimal lagi, Dan kami berharap bisa terus menambah armada agar lebih maksimal dalam melayani negara melalui BNPB, juga menyempurnakan pelayanan kami," terangnya.

Sementara itu, pilot Smart Cakrawala Aviation, Wahyu Achmad Septyan yang terlibat dalam kerja sama dengan KLHK dan BNPB itu mengaku senang terlibat dalam setiap penanggulangan bencana dan kebakaran hutan yang terjadi. Meski dirinya tahu bahwa patroli dengan menggunakan pesawat seperti ini di lokasi bencana dan kebakaran beresiko untuk dirinya sebagai seorang pilot.

"Penerbangan patroli udara cukup berisiko. Namun kami memastikan untuk terus berkontribusi sebagai pilot dalam kerjasama Smart Cakrawala Aviation dengan BNPB dan KLHK ini karena secara tidak langsung, saya punya kontribusi penanganan bencana di Indonesia. Ada kebanggaan tersendiri dan sangat berharga pengalamannya. Hal seperti ini belum tentu didapat di airlines. Sebagai kru Smart, jika dibutuhkan, saya ikut. Itung-itung ada kesempatan bantu sesama yang lagi kesusahan," tandas Wahyu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI