Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Eks Pejabat Ditjen Pajak Dituntut 9 Tahun Penjara

Selasa, 11 Januari 2022 | 17:00 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR
Angin Prayitno Aji.

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut agar majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, menjatuhkan hukuman 9 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (ditjen) Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji. Jaksa meyakini Angin bersama-sama mantan Kepala Sub Direktorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani serta tim pemeriksa pajak telah menerima suap dari tiga perusahaan wajib pajak, termasuk Bank Pan Indonesia atau Bank Panin.

“Menyatakan terdakwa I Angin Prayitno Aji dan terdakwa II Dadan Ramdani telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Jaksa Penuntut KPK, Wawan Yunarwanto saat membacakan surat tuntutan terhadap Angin dan Dadan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Sementara, Dadan dituntut 6 tahun pidana penjara dan denda Rp 350 juta subsider 5 bulan kurungan. Selain pidana pokok, jaksa juga menuntut agar kedua mantan pejabat Ditjen Pajak itu juga membayar uang pengganti sebesar Rp 3,3 miliar dan S$ 1,09 juta dengan perhitungan kurs pada 2019. Pidana tambahan berupa uang pengganti ini dibayarkan selambat-lambatnya satu bulan setelah perkara berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

“Jika tidak, harta benda disita dan dilelang oleh jaksa. Jika tidak mencukupi, diganti dengan pidana tiga tahun penjara,” tegas Jaksa Wawan.

Dalam menuntut kedua terdakwa, jaksa KPK mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, jaksa menilai perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Selain itu, perbuatan para terdakwa berpengaruh negatif dalam upaya optimalisasi penerimaan negara pada bidang pajak, serta para terdakwa telah menikmati hasil perbuatannya dan para terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan tidak mengakui perbuatannya.

“Hal meringankan para terdakwa berlaku sopan di depan persidangan dan belum pernah dihukum,” ujar Jaksa Wawan.

Jaksa meyakini Angin dan Dadan Ramdani telah menerima suap dari kuasa wajib pajak dan konsultan pajak Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, PT Jhonlin Baratama dan PT Gunung Madu Plantations (GMP). Angin dan Dadan menerima suap itu bersama-sama dengan pejabat pajak lainnya yakni, Wawan Ridwan; Alfred Simanjuntak; Yulmanizar; dan Febrian. Mereka diduga mereka telah merekayasa hasil penghitungan pajak tiga perusahaan besar tersebut.

Total suap yang diterima para pejabat pajak tersebut yakni sebesar Rp 15 miliar dan S$ 4 juta atau setara Rp 42 miliar. Jika dikalkulasikan, total suap yang diduga diterima para pejabat pajak tersebut sekira Rp 57 miliar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI