Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

NU Pimpinan Gus Yahya Disebut Berupaya Jaga Jarak dengan PKB

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:31 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / EHD
Yahya Cholil Staquf.

Jakarta, Beritasatu.com - Langkah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang melibatkan beragam politisi di kepengurusan PBNU 2022 - 2027 disebut sebagai upaya menjaga jarak NU dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Langkah itu dipandang konsisten dengan prinsip Gus Yahya yang hendak menjadikan NU sebagai rumah untuk semua kalangan.

"Sepintas memang bertolak belakang dengan misi Gus Yahya untuk menjaga NU dari politik praktis. Tapi jika dilihat lebih jauh, ini bagian dari strategi agar NU tidak lagi dikooptasi oleh PKB,” kata Pengamat Politik Universitas Paramadina Septa Dinata dalam keterangannya, Rabu (12/1/2022) kemarin.

Septa memandang langkah Gus Yahya tersebut adalah strategi yang sangat cerdas. Menurutnya, strategi Gus Yahya dapat memperkuat dan memperluas pengaruh NU.

Selain itu, dia menekankan agar NU selalu menjadi sebuah organisasi yang inklusif. Hal ini mengingat kekuatan NU berpotensi akan menurun bila dijalankan secara eksklusif.

"Jika dipaksa menjadi kekuatan eksklusif, NU menjadi kecil. Jadinya sebanyak suara PKB itu. Ibarat raksasa besar yang selama ini dipaksa pakai baju kecil, yaitu PKB. Pasti akan robek,” ujar Septa.

Sebagai informasi, Gus Yahya beberapa waktu lalu resmi mengumumkan nama-nama yang tergabung dalam kepengurusan PBNU periode 2022 - 2027. Dalam pengumuman tersebut, terdapat nama-nama yang memiliki latar belakang politik yang jelas seperti dari PKB, Golkar, PDIP dan partai-partai lainnya.

Gus Yahya beranggapan cara dan strategi yang efektif menjaga netralitas NU dari kepentingan politik adalah menggandeng para politisi masuk dalam jajaran pengurus. Hal terpenting menurut dia, PBNU tetap menjaga jarak yang sama dan setera untuk semua kepentingan partai politik.

“Strategi yang kami pilih adalah dengan memasukan unsur-unsur dari berbagai kepentingan politik yang berbeda supaya satu sama lain bisa saling menjaga,” kata Gus Yahya, Rabu kemarin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI