Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

DPR ke Buruh: Tidak Mungkin Hentikan Pembahasan UU Cipta Kerja

Sabtu, 15 Januari 2022 | 21:07 WIB
Oleh : Yusttinus Paat / EHD
Supratman Andi Agtas.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Supratman Andi Agtas, menegaskan, pihaknya tidak mungkin menghentikan revisi dan pembahasan Undang-Undang Cipta Kerja.

Menurut dia, jika DPR melakukan hal tersebut, maka DPR akan dinilai tidak konsisten dan tidak menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk merevisi UU Cipta Kerja.

Supratman menyampaikan hal ini merespons salah satu tuntutan buruh saat demonstrasi di DPR, Jumat (14/1/2022) untuk men-drop UU Cipta Kerja dari prolegnas 2022 dan menghentikan pembahasannya.

“Tidak mungkin-lah, MK kan minta harus diperbaiki, mana mungkin kita harus drop. kan tidak konsisten jadinya, MK kan minta untuk diperbaiki dalam waktu 2 tahun, masa tidak mau diperbaiki, kan tidak mungkin,” ujar Supratman saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (15/1/2022).

Menurut Supratman, sah-sah saja serikat buruh meminta agar revisi dan pembahasan UU Cipta Kerja dihentikan. Namun, kata dia, DPR tetap konsisten melakukan perbaikan prosedural atau formil dari UU Cipta Kerja sebagaimana perintah MK dalam putusannya.

“Yang diminta Mahkamah adalah perbaikan prosedural atau formil-nya terhadap pembentukan peraturan perundang-undangan. Kan belum ada putusan terkait uji materil, kita bicara soal proses pembentukan,” tandas dia.

Lebih lanjut, Supratman mengatakan, revisi UU Cipta Kerja tidak harus masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2022. Menurut dia, revisi UU Cipta Kerja bisa dibahas di luar prolegnas 2022 karena termasuk RUU komulatif terbuka.

“Jadi, bisa dibahas di luar prolegnas dan kapan saja. Hingga saat ini, belum tahu akan dibahas di mana karena itu kewenangan dari Badan Musyawarah (Bamus). Kalau dikembalikan ke Baleg, kita bahas lagi, atau bisa saja bahas di Komisi atau Pansus,” pungkas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI