Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

Minggu, 16 Januari 2022 | 16:46 WIB
Oleh : Willy Grasias / EHD
Ketua Kamar Dadang dan Industri (Kadin) Manggarai, Bonefasius Oldam Romas (tengah) mengadakan rapat terbatas dengan Wakil Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Reo di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Reo, Manggarai, Sabtu, 15 Januari 2022.

Ruteng, Beritasatu.com - Pelabuhan Kedindi Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) layak menjadi pelabuhan terbesar kedua di NTT setelah Pelabuhan Tenau, Kupang. Karena itulah Pelabuhan Kedindi Reo dapat dinaikkan statusnya menjadi pelabuhan serbaguna untuk kapal angkutan barang dan penumpang.

Demikian disampaikan Ketua Kamar Dadang dan Industri (Kadin) Manggarai, Bonefasius Oldam Romas pada rapat terbatas dengan Wakil Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Reo di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Reo, Manggarai, Sabtu (15/1/2021).

Rapat itu dihadiri Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI) NTT, Charles Angliwarman, dan perwakilan dari Dishub Kabupaten Manggarai, dan perwakilan Bank Mandiri Kupang NTT, yang akan membantu dengan system Port Solution by Kopra.

Usulan penaikan status pelabuhan tersebut, kata dia, dilatarbelakangi oleh aktivitas angkutan barang dan penumpang tetap stabil dalam kurun waktu Januari sampai Desember 2021. “Pada masa pandemic Covid-19 saja tetap stabil, dan tidak berdampak sama sekali penurunan,” kata dia.

Bony Oldam Romas menjelaskan, dalam rangka melaksanakan program kerja 100 hari Kadin NTT yang dipimpin Boby Lianto, Kadin Manggarai terus bergerak maju terkait hal hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian sesuai fungsinya sebagai wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi.

“Kami terus memacu diri untuk terus bergerak sesuai fungsi kami, agar potensi potensi yang ada yang terkait dengan Kadin yang menfasilitasi/advokasi pengusaha Indonesia dan pemerintah terkait dengan bidang usaha tak terkecuali bidang usaha antar moda dari dan ke Pelabuhan Reo “ kata Bony Oldam Romas yang akrab disapa Bony.

Menurut Bony, kalau bisa ke depan Pelabuhan Reo Kedindi ini harus menjadi pelabuhan export. “Apalagi kita penghasil perkebunan sangat besar dari wilayah Distribusi ini, ada kopi, cengkeh, fanili, coklat, kemiri, kakao. Jadi ke depan kami kirim kopi dari Reo ke Eropa dan Amerika,” kata dia.

Menurutnya, aktivitas angkutan antarmoda yang sangat padat saat ini dari dan ke Pelabuhan Kedindi Reo haruslah diikuti dengan peningkatan status pelabuhan ini menjadi pelabuhan serbaguna untuk kapal angkutan barang dan penumpang.

“Dengan demikian Pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan terbesar kedua di NTT setelah Pelabuhan Tenau Kupang. Hal ini didukung oleh infrastruktur,” kata Martinus Wakil Kepala Unit Penyelenggara Pelabuban Kedindi Reo.

“Kini Infrastruktur pelabuhan ini sudah memadai untuk menjawab kebutuhan bongkar muat kontainer di Reo. Ada dua pelayaran yang masuk, PT Mentari dan PT Meratus telah memulai jasa angkutan kontainer sejaki 2014. Setiap bulan, pelabuhan itu dikunjungi tiga sampai empat kali kapal kontainer, bahkan sedang sekarang Tol Laut sedang berlabuh di Pelabuhan saat ini “ katanya.

Menurut Martinus, angkutan kontainer melalui Pelabunan Kedindi Reo tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat dan pengusaha di Kota Ruteng, tetapi juga di Borong, Manggarai Timur, Labuan Bajo Manggarai Barat bahkan sampai ke Bajawa, Kabupaten Ngada.

Terkait dengan itu, Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI) NTT, Charles Angliwarman, mengatakan, sesuai pengamatan Kadin Manggarai, Pelabuhan Kedindi Reo ini adalah pelabuhan yang sangat potensial, sebab arus barang dan orang melalui pelabuhan ini sejak dahulu kala menjadi pilihan masyarakat Flores untuk menerima barang dari wilayah lain/mengirim komoditas dari wilayah ini untuk ke Pulau lain di Indonesia sebelum ditetapkan Labuan Bajo sebagai pintu masuk dan keluar Flores.

Lebih lanjut menurut Charles dengan meningkatnya arus masuk dan keluarnya barang dari dan ke wilayah ini dibutuhkan solusi cerdas dengan menertibkan moda transportasi antarmoda sehingga infrastruktur jalan dari Pelabuhan Kedindi Reo ke kota tujuan tetap nyaman, dan demi pendapatan daerah, khususnya Kabupaten Manggarai.”Maka kami berharap bahwa pelabuhan ini dikelola oleh pemerintah dan atau swasta,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI