Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

KPK Dalami Dugaan Suap Abdul Gafur untuk Pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat

Minggu, 16 Januari 2022 | 21:18 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata (tengah) menyampaikan penetapan tersangka Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 13 Januari 2022.

Jakarta, Beritasatu.com -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami adanya dugaan uang suap yang diterima Bupati nonaktif Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud untuk pemilihan ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim). Diketahui, Abdul Gafur yang telah menyandang status tersangka suap proyek dan perizinan merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan. Abdul Gafur saat ini sedang mencalonkan diri sebagai ketua DPD Partai Demokrat Kaltim.

"Soal peruntukkan dugaan uang yang diterima tersangka untuk apa, apakah ada kaitannya dengan agenda pemilihan ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur, KPK saat ini masih akan terus melakukan pemeriksaan dan mengembangkannya," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Minggu (16/1/2022).

KPK meminta publik untuk bersabar dan ikut mengawasi proses penanganan kasus ini. Dengan masih dikembangkannya kasus ini, KPK menilai terlalu prematur untuk menyimpulkan pihak-pihak yang terlibat kasus ini.

Ali menekankan, tim penyidik KPK bakal terus mengembangkan dan mengusut tuntas kasus suap ini. KPK tak segan menjerat pihak lain yang terlibat sepanjang ditemukan bukti permulaan yang cukup.

"KPK masih punya banyak waktu untuk bekerja menyelesaikan perkara ini hingga tuntas. Sepanjang ditemukan ada bukti yang cukup keterlibatan pihak lain, kami pastikan KPK akan menetapkannya sebagai tersangka," katanya.

Saat ditangkap tim satgas KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di sebuah mal di Jakarta pada Rabu (12/1/2022), Abdul Gafur dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka sedang membawa uang Rp 1 miliar yang disimpan di sebuah tas koper.

KPK pun akan mendalami tujuan Abdul Gafur ke Jakarta dengan membawa uang sebanyak itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata memastikan akan mendalami dugaan aliran suap Abdul Gafur Mas'ud, ke Partai Demokrat. Hal ini mengingat Abdul Gafur merupakan salah seorang calon ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur.

"Betul yang tadi disampaikan di sana sedang ada pemilihan ketua DPD Partai Demokrat di Kalimantan Timur. Salah satu calonnya adalah AGM (Abdul Gafur Mas'ud). Apakah ada dugaan aliran dana ke partai, itu nanti yang akan didalami dalam proses penyidikan," kata Alex, sapaan Alexander Marwata, Kamis (13/1/2022) malam.

Apalagi, saat ditangkap tim satgas di sebuah mal di Jakarta, Abdul Gafur sedang bersama Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis. Alex mengatakan, peristiwa-peristiwa tersebut menjadi petunjuk untuk mendalami lebih lanjut kaitan dugaan suap Abdul Gafur dengan Partai Demokrat dalam proses penyidikan.

"Tentu simpul-simpul tadi yang dikaitkan dengan pemilihan ketua DPD atau di catatan yang bersangkutan juga bersama dengan bendahara partai, ini kan menjadi petunjuk. Tentu nanti akan dilihat, di proses penyidikan," kata Alex.

Diketahui, KPK menetapkan Abdul Gafur Mas'ud sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek dan perizinan di Pemkab Penajam Paser Utara, Kamis (13/1/2022). Tak hanya Abdul Gafur, KPK juga menjerat lima orang lainnya sebagai tersangka kasus ini.

Penetapan tersangka ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif Abdul Gafur dan 10 orang lainnya yang diciduk tim satgas dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Penajam Paser Utara pada Rabu (12/1/2022) kemarin.

Kelima tersangka lainnya kasus ini, yakni Achmad Zuhdi alias Yudi yang merupakan pihak swasta; Plt Sekda Penajam Paser Utara, Muliadi; Kadis PUTR Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro; Kabid Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Jusman; serta Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI