Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Mantan Kepala LBM Eijkman: Ada Wacana Pendirian Perusahaan Vaksin Asing

Senin, 17 Januari 2022 | 21:59 WIB
Oleh : Wilsa Azmalia Putri / WM
Ilustrasi riset vaksin Merah Putih.

Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio menyebutkan dengan adanya peleburan antara Lembaga Eijkman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memunculkan permasalahan baru. Permasalahan yang timbul, dijelaskannya, seperti kelambatan proses pengembangan vaksin Merah Putih yang berimbas adanya wacana pendirian perusahaan vaksin asing di dalam negeri.

Demikian yang diungkapkan Amin saat RDP dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senin (17/1/2022).

“Dengan adanya proses-proses ini, tidak hanya terjadi kelambatan munculnya vaksin (Merah Putih) di 2022 menjadi 2023, tetapi kerugian dari negara adalah belum siapnya kita menghasilkan vaksin sendiri, sehingga muncul wacana-wacana untuk mendirikan perusahaan vaksin asing di Indonesia,” kata Amin.

Lebih lanjut, dikatakan Amin, rencana pendirian perusahaan vaksin asing tersebut akan merugikan negara dari sudut ekonomi, penyaluran teknologi hingga kemampuan pengembangan vaksin nasional. Amin juga menyebut hal ini dikhawatirkan akan menciptakan kompetisi di “pasar vaksin” serta menyulitkan anak-anak bangsa yang berkontribusi aktif dalam mengembangkan vaksin dalam negeri.

“Pasti nanti akan ada kompetisi di market (pasar) dan akan menyulitkan anak-anak bangsa ini yang sedang berupaya meningkatkan kapasitasnya mengembangkan vaksin sendiri. Itu salah satu kerugian yang mungkin terjadi,” ujar Amin.

Pada kesempatan yang sama, Amin juga memaparkan perihal keterlambatan pengembangan vaksin Merah Putih yang diharapkan untuk bisa mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) pada pertengahan tahun ini, kemungkinan baru bisa didapat pada 2023.

Kelambatan tersebut, dikatakan Amin, disebabkan oleh banyak faktor. Akibat dari adanya peleburan antara LBM Eijkman dengan BRIN, proses pengembangan yang telah dilakukan LBM Eijkman sendiri di awal 2021 ikut terhambat terutama mengenai anggaran yang tidak kunjung cair pada masa itu.

"Kelambatan penyelesaian vaksin Merah Putih oleh Eijkman disebabkan banyak faktor dan beberapa proses yang belum selesai. Sehingga vaksin Merah Putih tidak akan selesai pada pertengahan tahun ini. Mungkin akan selesai pada akhir tahun atau awal tahun 2023, tergantung dari prosesnya nanti” jelas Amin.

Namun demikian, lebih lanjut dijelaskannya, saat ini pihak Bio Farma dan BRIN akan mempersiapkan proses untuk pra uji klinik dan uji klinik fase 1-3 yang diperkirakan akan selesai pada tahun depan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI