Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Fokus Asset Recovery, Kejagung Tetap Buru Mitra Terdakwa Asabri

Senin, 17 Januari 2022 | 22:06 WIB
Oleh : Chairul Fikri / FFS
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung), Supardi.

Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) bakal terus membongkar dugaan korupsi PT Asabri hingga ke akarnya. Pihak-pihak yang diduga ikut bersama-sama menikmati hasil korupsi akan diproses hukum, terutama untuk kepentingan pemulihan kerugian keuangan negara atau asset recovery.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Kejagung), Supardi dalam keterangan persnya, Senin (17/1/2022) menyatakan, pihaknya masih akan memburu pihak lain yang terlibat dalam dugaan korupsi PT Asabri. Apalagi, berdasarkan fakta-fakta yang mencuat di persidangan terungkap keterlibatan pihak lainnya, termasuk mitra terdakwa maupun tersangka.

"Bisa saja nanti berkembang lagi (tersangkanya)," kata Supardi.

Dalam perkara Asabri, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah memvonis enam terdakwa dengan hukuman berbeda. Dua mantan Direktur Utama PT Asabri Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaja divonis 20 tahun penjara. Kemudian mantan Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri Hari Setianto dan mantan Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri Bachtiar Effendi divonis 15 tahun penjara.

Selain itu, Direktur Utama PT Eureka Prima Jakarta Tbk. (LCGP) Lukman Purnomosidi divonis 10 tahun penjara dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo divonis 13 tahun. Sementara Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat yang dituntut pidana mati saat ini sedang menunggu sidang pembacaan vonis.

Supardi mengatakan, Kejagung fokus untuk memulihkan kerugian keuangan negara atau asset recovery. Bahkan Supardi menyatakan, tim penyidik perkara Asabri telah memiliki daftar aset yang diduga terafiliasi dengan terdakwa maupun tersangka yang saat ini berada di luar negeri, baik berupa saham maupun aset lainnya. Apalagi, berdasarkan fakta persidangan, terdapat sejumlah aset yang diduga disamarkan atas nama pihak lain atau mitra.

"Dan kalau arahnya kesana pasti akan kita panggil. Apalagi kalau keteranganya penting tentu mereka harus kita panggil lagi (diperiksa)," katanya.

Supardi menyatakan pihaknya akan tetap mengoptimalkan pelacakan aset-aset Heru Hidayat, meski majelis hakim nantinya memutuskan menjatuhkan pidana mati. Dikatakan, tim penyidik bekerjasama dengan PPA (Pusat Penelusuran Aset) Kejagung dan PPATK (Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan) akan menelusuri aset-aset yang terafiliasi dengan mitra terpidana.

"Ya nanti kita lihat, ke mana saja aset-asetnya mengalir akan kita tracing," jawab Supardi.

Sebelumnya, tim penyidik telah memeriksa empat saksi dalam perkara Asabri. Mereka adalah LMP selaku Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI. Kemudian saksi YM dan HE selaku karyawan PT Asabri (Persero)/staf pada Divisi Manajemen Portofolio. Mereka diperiksa terkait kronologis penempatan dana PT Asabri (Persero) pada 6 (enam) produk reksadana PT Asia Raya Kapital. Terakhir, saksi TSN selaku wiraswasta/ penjual besi, diperiksa terkait transaksi saham SUGI, BCIP, dan SIAP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI