Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bupati Langkat Sempat Kabur Saat OTT KPK

Kamis, 20 Januari 2022 | 02:51 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin (tengah) dikawal penyidik KPK saat akan dibawa ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta melalui Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu, 19 Januari 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin sempat kabur saat hendak ditangkap tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di kediamannya, Selasa (18/1/2022). Terbit melarikan diri bersama saudara kandungnya, Iskandar PA yang juga menjadi target operasi senyap lembaga antikorupsi tersebut.

"Saat tiba di lokasi, diperoleh informasi bahwa keberadaan TRP (Terbit Rencana Perangin Angin) dan ISK (Iskandar PA) sudah tidak ada dan diduga sengaja menghindar dari kejaran tim KPK," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/1/2022) dinihari.

Tim satgas KPK yang mencari keberadaan Terbit memperoleh informasi orang nomor satu di Langkat itu telah menyerahkan diri ke Polres Binjai. Tim KPK kemudian meminta keterangan lebih lanjut pada sang bupati pada pukul 15.45 WIB.

Ghufron menuturkan, OTT ini bermula saat KPK mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya pemberian sejumlah uang yang akan dilakukan oleh pihak swasta bernama Muara Perangin Angin ke penyelenggara negara atau yang mewakilinya pada Selasa (18/1/2022). Diduga telah terjalin komunikasi dan kesepakatan dengan Muara.

Mendapat informasi itu, tim KPK bergegas mengikuti beberapa pihak, termasuk Muara yang menarik sejumlah uang di salah satu bank daerah. Sementara, Marcos Surya Abdi, Shuhanda Citra, dan Isfi Syahfitra sebagai perwakilan Iskandar dan Terbit Rencana menunggu di salah satu kedai kopi. Setibanya di kedai kopi, Muara langsung memberikan uang itu ke Marcos, Shuhanda, dan Isfi.

"Tim KPK langsung melakukan penangkapan dan mengamankan MR (Muara), MSA (Marcos), SC (Shuhanda) dan IS (Isfi) berikut uang ke Polres Binjai," katanya.

Dalam OTT itu, tim satgas KPK menyita uang tunai Rp 786 juta yang diduga suap dari Muara karena mendapat dua proyek di Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan Pemkab Langkat. KPK menduga uang ratusan juta rupiah itu hanya sebagian kecil dari sejumlah penerimaan Terbit Rencana lewat orang-orang kepercayaannya.

"Karena paket-paketnya masih ada dari yang lain dari tersangka pemberi yang sudah kami tangkap saat ini," kata Ghufron.

Terbit dan para pihak yang ditangkap bersama uang tunai yang disita kemudian dibawa ke Gedung KPK, Jakarta. Sementara Iskandar baru diamankan tim satgas KPK dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polres Binjai.

"KPK mendapatkan informasi bahwa atas bantuan pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara, tersangka ISK (Iskandar) saat ini telah diamankan tim dan segera dibawa ke Polres Binjai untuk permintaan keterangan," kata Ghufron.

Setelah pemeriksaan intensif dan gelar perkara, KPK menetapkan Terbit dan lima orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di Pemkab Langkat.

Kelima orang lainnya yang menyandang status tersangka kasus ini, yaitu Kepala Desa Balai Kasih, Iskandar PA yang juga saudara kandung Terbit Rencana, serta tiga empat orang pihak swasta atau kontraktor bernama Muara Perangin Angin, Marcos Surya Abdi, Shuhanda Citra, dan Isfi Syahfitra.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI