Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK Pernah Vonis Bebas Koruptor APBD

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:49 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / BW
Itong Isnaeni Hidayat

Jakarta, Beritasatu.com – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Itong Isnaeni memiliki rekam jejak yang cukup menarik. Satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah ketika dia memvonis bebas koruptor APBD senilai Rp 119 miliar

Hanya saja, tidak banyak informasi yang memuat soal profil pribadi Itong. Dikutip dari situs resmi PN Surabaya, Itong saat ini memiliki pangkat pembina utama muda (IV/C).

Namun demikian, rekam jejak Itong mulai mencuri perhatian saat dia memvonis bebas dua terdakwa kasus korupsi, yakni mantan Bupati Lampung Timur Satono dengan nilai korupsi Rp 119 miliar dan mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurnajaya dengan nilai korupsi Rp 28 miliar pada 2011 silam.

Mengutip dari situs resmi Indonesia Corruption Watch (ICW), Itong Isnaeni merupakan salah satu anggota majelis hakim di Pengadilan Negeri Tanjungkarang yang ikut memvonis bebas kedua terdakwa tersebut. Dia menjadi hakim bersama dengan Andreas Suharto, Ronald Salnofry Bya, dan Ida Ratnawati.

Menduga ada kesalahan, saat itu Mahkamah Agung (MA) melakukan pemeriksaan terhadap keempat anggota majelis hakim tersebut. Bahkan MA sampai harus menurunkan tim ke Lampung untuk melakukan pemeriksaan mendalam.

Itong saat ini sudah terjaring oleh OTT KPK. Itong diduga menerima suap dari seorang pengacara dalam penanganan perkara di PN Surabaya. KPK juga turut mengamankan seorang panitera dalam OTT kali ini.

“Sejauh ini KPK mengamankan tiga orang,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan, Kamis (20/1/2022).

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan saat ini pihak yang diamankan sedang diperiksa lebih lanjut. Hal itu demi memperjelas duduk perkara dari dugaan adanya tindak pidana korupsi dalam OTT kali ini.

"Selanjutnya kami akan umumkan setelah selesai pemeriksaan yang kami lakukan," ujar Ghufron.

Diketahui, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk segera menentukan sikap atas hasil tangkap tangan yang telah dilakukan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI