Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

OTT 3 Kepala Daerah dan Hakim, Firli Bahuri: KPK Tidak Pandang Bulu

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:38 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Firli Bahuri.

Jakarta, Beritasatu.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) tiga kepala daerah, panitera, pengacara, dan hakim pada awal 2022. Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan KPK tidak akan pandang bulu dalam mengusut kasus tindak pidana korupsi.

“Saya tegaskan bahwa KPK tidak akan pandang bulu. Siapa saja yang melanggar sistem yang telah kita buat demi menjaga integritas kelembagaan dan produktivitas pembangunan yang dicanangkan oleh presiden sebagai pemimpin, pasti mereka akan terkena dan dimintakan pertanggungjawaban pidana, baik pemidanaan badan maupun perampasan harta miliknya untuk pemiskinan,” kata Firli, Kamis (20/1/2022).

Firli mengatakan seluruh elemen bangsa tentu merasa terpukul, karena adanya penangkapan panitera, pengacara, dan hakim oleh Tim KPK di Surabaya, Jawa Timur. Keprihatinan ini, menurut Firli, tentunya berlanjut setelah secara berturut-turut beberapa pejabat eksekutif atau setidaknya tiga orang kepala daerah terjerat OTT.

“Sungguh semua peristiwa ini garis besarnya adalah karena pelanggaran sistem, karena sistemnya gagal, buruk atau lemah. Kita sebagai negara hukum sudah memiliki sistem pencegahan dan pemberantasan korupsi yang makin lama makin kita perbaiki. Sistem harus dibangun agar tidak ada celah dan peluang untuk korupsi, tidak boleh ada lagi sistem yang ramah kepada korupsi,” ujarnya.

Firli mengatakan sinergisitas antarlembaga negara dalam pencegahan dan penindakan juga sedang diorkestrasikan. “Kalau tidak ada pelanggaran sistem yang seorang pejabat lakukan, maka tidak akan mungkin dapat masuk ke dalam aksi perilaku korupsi, tetapi apabila pelanggaran sistem dilakukan maka tentu oknum-oknum ini bisa berefek perilaku korupsi dan penindakan tegas pasti dilakukan oleh KPK,” imbuh Firli.

Firli mengajak seluruh pihak untuk berhati-hati. “Jangan pernah mau berniat sedikit pun untuk korupsi. Tegakkan muruah lembaga dan harga diri agar kita bisa mewariskan sebuah negara dan birokrasi yang bersih yang membanggakan rakyat indonrsia serta warisan peradaban antikorupsi bagi generasi selanjutnya,” tegasnya.

Firli juga bicara mengenai adanya para pejabat di lingkungan yudikatif dan penegak hukum. Menurut Firli, hakim dan pengacara adalah penegak hukum. “Tentu kami sangat prihatin dan kami akan membicarakan dengan organisasi induk yang bersangkutan,” tutur Firli.

KPK menginginkan tindakan pencegahan di organisasi induk masing-masing penegak hukum dapata terus diperkuat. Dengan begitu, pelanggaran hukum dan etika terhadap sistem tidak berlangsung di lembaga tersebut.

“Sekali lagi, kami berjanji bahwa penegakan hukum tidak akan pandang bulu. KPK dan seluruh penegak hukum tidak akan pernah lelah pemberantasan korupsi sampai Indonesia bebas dari korupsi. Sambil menunggu konferensi pers terhadap kegiatan tangkap tangan Surabaya, saya mohon doa dan dukungan semua sahabat agar semua berjalan lancar dan baik,” demikian Firli.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI