Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

PTM 100% untuk Jaga Kualitas Capaian Pembelajaran

Kamis, 20 Januari 2022 | 20:37 WIB
Oleh : WM
Siswa dan guru menerapkan jaga jarak dalam pembelajaran tatap muka.

Jakarta, Beritasatu.com - Pembelajaran tatap muka (PTM) sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri belum lama ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas capaian pembelajaran di seluruh sekolah setelah sebelumnya cukup lama diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Menurut Direktur Sekolah Dasar Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Sri Wahyuningsih, penerapan PJJ yang terlalu lama telah menimbulkan berbagai persoalan di bidang pendidikan, salah satunya penurunan kualitas atau mutu capaian pembelajaran.

“Perlu banyak yang harus kita kejar dari kurang lebih 2 tahun dan 4 semester saat anak-anak kita harus belajar dengan berbagai persoalan,” kata Sri, di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Kondisi penurunan tersebut juga diperparah dengan sekolah-sekolah di daerah dengan level PPKM aman namun masih belum melaksanakan PTM. Hal tersebut, kata Sri, akan berpengaruh pada capaian kualitas pendidikan.

Selain itu, masalah-masalah psikologis yang dialami peserta didik selama hampir dua tahun belakangan, seperti penurunan kualitas interaksi sosial, juga menjadi alasan lain bagi pemerintah untuk menyegerakan pelaksanaan PTM.

“Itulah kenapa PTM didorong untuk segera dilaksanakan. Untuk daerah yang level 3, PTM-nya ini tidak 650, masih terbatas. Walaupun ada yang 650, masih ada sisi-sisi lain yang harus betul-betul dikawal oleh Dinas Pendidikan dan Satgas Covid-19 setempat,” ujarnya.

Menurut Sri, SKB 4 Menteri telah mencakup berbagai aturan dan antisipasi pelaksanaan PTM saat pandemi.

Melalui SKB tersebut, pihaknya mendorong setiap satuan pendidikan yang berada di dalam wilayah PPKM level satu dan dua, serta memiliki capaian vaksinasi dosis 2 pendidik dan tenaga kependidikan setidaknya 80%, maka wajib menyelenggarakan PTM dengan jumlah peserta didik 650.

Dengan menerapkan PTM 650, maka satuan pendidikan tersebut dapat melaksanakan kegiatan belajar setiap hari di sekolah dengan durasi sekitar 6 jam pelajaran per hari.

Sri mengatakan penyelenggaraan PTM terbatas juga dapat ditutup atau dihentikan sementara apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19. Ketika PTM ditangguhkan, maka sekolah bisa kembali ke metode PJJ.

“Sekolah, sebagai fasilitas pendidikan, semuanya betul-betul harus fokus mengawal PTM ini bisa berjalan dengan baik mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga proses anak belajar,” ujarnya,

Ia menegaskan seluruh pihak semestinya memiliki kesadaran mengejar ketertinggalan capaian pendidikan setelah 2 tahun terjebak pandemi.

Di samping itu, Sri juga mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban pemerintah memberikan hak perlindungan kepada anak-anak serta memprioritaskan kesehatan dan keselamatan mereka.

“Pemerintah sudah berupaya dan kita semua sadar betul bahwa sehat dan selamat itu yang utama, tapi pendidikan juga tidak kalah utamanya,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI