Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Gempa Sulut, Dwikorita: Hindari Bangunan Retak Terdampak Gempa

Sabtu, 22 Januari 2022 | 16:35 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati saat memberikan keterangan gempa Sulut, di Jakarta, Sabtu, 22 Januari 2022. Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu pukul 09.26. Gempa terletak di laut pada jarak 34 kilometer ke arah selatan Kota Melonguane pada kedalaman 37 kilometer.

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat di Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) agar menghindari bangunan yang retak-retak terdampak gempa.

"Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan dari gempa. Mohon periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Dwikorita, melalui konferensi pers daring, Sabtu (22/1/2021).

Selain itu, Dwikorita juga mengimbau warga agar tetap tenang namun juga tak meninggalkan kewaspadaan.

"Kami merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbau dia.

Sebelumnya, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,0 (sebelumnya disebut 6,1) mengguncang wilayah Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu pukul 09:26 (22/1/2022). Gempa terletak di laut pada jarak 34 kilometer ke arah selatan Kota Melonguane pada kedalaman 37 kilometer.

Menurutnya gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi lempeng laut Maluku.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) dengan intensitas guncangan skala MMI III-IV atau setara dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

"Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa bumi tersebut, yaitu kerusakan ringan antara lain terjadi di Gereja Jemaat Grenita Ayalon Pangeran, Pulau Kabaruan, Kepulauan Talaud," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI