Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Arteria Dahlan Pakai Mobil Pelat Nomor Dinas Polisi, Ini Tanggapan Psikolog

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:33 WIB
Oleh : Wilsa Azmalia Putri / WM
Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan.

Jakarta, Beritasatu.com – Psikolog Ifa Hanifah Misbach berpendapat, kasus Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang memiliki pelat mobil dinas Polri disebabkan kurangnya sikap penempatan diri dalam lingkup masyarakat.

“Dalam penggunaan pelat nomor polisi ini memang ada pihak-pihak tertentu yang secara formal atau legal oleh negara mendapatkan hak tersebut tetapi bagi yang tidak, akan ada peluang untuk menyalahgunakan kekuasaannya (power). Seperti ingin menunjukkan power di jalan kah atau ingin ditakuti orang lain. Bisa dibilang, hal seperti ini disebabkan karena kemampuan untuk menempatkan dirinya kurang,” kata Ifa saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (23/1/2022)

Dijelaskan Ifa, dalam psikologi terdapat dua tipikal individu yaitu individu yang memiliki harga diri rendah dan individu yang harga dirinya sehat. Bagi mereka yang memiliki harga diri sehat, Ifa mengatakan, orang tersebut sudah merasa cukup dengan dirinya sendiri sehingga tidak lagi mencari validasi atau khawatir dengan persepsi publik terhadapnya.

“Jadi mereka entah mau pakai pelat nomor biasa atau bahkan naik angkot sekalipun, mereka sudah merasa cukup dengan dirinya sendiri. Jadi gak perlu khawatir dengan persepsi publik bahwa harga dirinya menjadi rendah karena tidak punya sejumlah atribut untuk dianggap sebagai orang penting,” jelas Ifa.

Adapun sebaliknya, individu dengan rasa harga diri yang rendah, dikatakan Ifa, akan membutuhkan atribut kebendaan sebagai validasi untuk meningkatkan harga diri di mata orang lain.

“Orang yang harga dirinya sehat akan penuh empati. Istilahnya tahu diri jika dia memakai pelat nomor polisi tetapi itu bukan haknya, dia tahu dia akan merugikan pengguna jalan yang lain. Begitu pula sebaliknya, seberapa egois kamu sampai tidak bisa menempatkan diri dan orang lain harus memaklumi kepentinganmu,” ujar Ifa.

Lebih lanjut, Ifa menjelaskan, adanya individu dengan harga diri rendah dan individu dengan harga diri sehat tidak tergantung atau terpengaruh atas afirmasi dari lingkungan. “Bagi orang yang inferior, mereka akan menutupi rasa inferiornya dengan cara menggunakan berbagai atribut duniawi untuk membuat dirinya superior dan tetap hebat di mata orang. Padahal orang akan menghargai kita karena sikap kita sendiri, seperti cara berbicaranya yang sopan, memiliki empati terhadap orang lain, dan sebagainya,” kata Ifa.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI