Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Puncak Kasus Covid-19 Diprediksi Februari-Maret, Epidemiolog Imbau PTM Ditunda

Minggu, 23 Januari 2022 | 17:02 WIB
Oleh : Wilsa Azmalia Putri / WM
Ilustrasi pembelajaran tatap muka.

Jakarta, Beritasatu.com – Menyusul adanya prediksi puncak kasus Covid-19 pada Februari hingga Maret mendatang, Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, perlunya proteksi cepat untuk anak-anak yang turut berpotensi terpapar Covid-19 terutama varian Omicron. Ia menyebut pembelajaran tatap muka (PTM) harus ditunda dari akhir Januari hingga Maret.

“Karena ini masa-masa yang rawan dengan adanya prediksi puncak kasus. Sebab, meskipun sudah ada program vaksinasi untuk anak, tetapi masih ada dari mereka yang belum dapat terutama anak yang di bawah 6 tahun. Untuk saat ini risikonya sangat berat untuk anak-anak,” kata Dicky, saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (23/1/2022).

Dikatakan Dicky, saat ini kasus infeksi terhadap anak meningkat. Hal tersebut disebabkan banyak anak-anak yang belum divaksinasi serta orang-orang disekitarnya juga ditemukan masih belum melakukan vaksinasi.

“Omicron ini cepat menginfeksinya. Mitigasi risiko apapun yang bisa kurangi itu yang bisa kita lakukan lakukan. Seperti work for home ditingkatkan kapasitasnya dan mempercepat capaian cakupan vaksinasi, khususnya kepada lansia yang masih menjadi PR. Ini yg harus dikejar, bukan hanya pada potensi di puncak nanti, tetapi juga antisipasi di bulan puasa. Sebelum puasa kita harus mengejar cakupan vaksinasi,” ujar Dicky.

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan, varian Omicron terlihat ringan karena efek dari vaksinasi dan imunitas. Tetapi, meski begitu intensitas penyebarannya tetap tinggi dan cepat di saat program vaksinasi berlangsung aktif. “Kasus fatalitas atau meninggal memang akan lebih banyak memapar komorbid atau lansia, namun bukan berarti tidak bisa terjadi pada yang lain, termasuk anak-anak. Jika kita tidak cepat melakukan mitigasi, kematian pada anak juga akan terjadi, seperti yang sudah terjadi di negara lain,” ujarnya.

Dicky menyarankan untuk terus mengejar capaian vaksinasi kepada lansia dan anak-anak, sebab masih banyak di antara kelompok ini yang belum mendapatkan vaksin penuh. “Termasuk kita lindungi juga anak-anak yang di bawah 6 tahun. Dengan cara orang-orang disekitarnya harus segara divaksin. PTM juga harus ditunda dulu, lebih baik dilakukan secara online untuk saat ini, karena berbahaya,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI