Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Peradi Pergerakan Sebut Ada Transaksi Mencurigakan di Rekening Orari

Minggu, 23 Januari 2022 | 23:13 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS
Pengurus Orari dan Peradi Pergerakan menandatangani nota kesepahaman atau MoU untuk meningkatkan layanan kepada anggotanya.

Jakarta, Beritasatu.com - Perhimpunan Penasihat Hukum Indonesia (Peradi) Pergerakan mengungkap adanya transaksi mencurigakan terkait rekening bank milik Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari). Transaksi mencurigakan ini terungkap dari data yang disampaikan simpatisan atau anggota Orari terkait penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara DPP Orari pimpinan Donny Priambodo dengan DPP Peradi Pergerakan pimpinan Sugeng Teguh Santoso.

Sebagian besar respons simpatisan atau anggota Orari menyambut baik kesepakatan antara kedua organisasi tersebut. Melalui kerja sama itu diharapkan meningkatkan keterbukaan dan transparansi, terutama di bidang keuangan yang menjadi ciri organisasi modern. Namun, terdapat anggota atau simpatisan Orari yang mengirim data arus keluar masuk dana atas rekening bank milik Orari di salah satu bank pemerintah.

Pengirim data tersebut berharap adanya audit investigasi atas transaksi mencurigakan tersebut. Tak hanya karena menyangkut jumlah yang besar, audit tersebut diperlukan untuk menjaga nama dan kehormatan Orari.

"Ada sejumlah transaksi mencurigakan dalam jumlah besar, ada miliaran rupiah dan banyak dalam jumlah ratusan juta rupiah," kata Sekjen DPP Peradi Pergerakan M Syafei dalam keterangannya, Minggu (23/1/2022).

DPP Peradi Pergerakan, kata Syafei sedang mendalami dokumen perbankan tersebut. Pendalaman ini diperlukan lantaran berdasarkan data yang diterima Peradi Pergerakan, transaksi dalam jumlah besar itu hanya berputar-putar di antara beberapa nama, baik perorangan mau pun badan hukum.

"Orari ini kan organisasi yang berwatakan sosial, tapi tampilan rekeningnya seperti rekening perseroan," ungkap Syafei.

Syafei mengatakan, proses pendalaman masih dilakukan. Peradi Pergerakan, katanya, akan meminta keterangan pakar perbankan dan sejumlah tokoh senior Orari untuk mendalami transaksi mencurigakan ini.

"Nanti setelah kami mempunyai kesimpulan maka kami akan melangkah untuk mengundang para mantan pimpinan pusat Orari, untuk meminta penjelasan," katanya.

Dikatakan Syafei, pengungkapan data mengenai transaksi mencurigakan ini dilakukan Peradi Pergerakan sebagai bentuk penghormatan kepada Orari yang merupakan organisasi sosial yang banyak berperan dalam pembangunan bangsa dan negara.

"Seperti yang telah dijanjikan oleh ketum kami mas Sugeng saat penandatanganan MoU, bahwa kami memiliki tanggung jawab moral untuk melihat Orari tetap eksis dan terpandang di masyarakat," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI