Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

BNPT: BUMN Rentan Disusupi Kelompok Teroris

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:18 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar (tengah) bersiap mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Mei 2021. Rapat tersebut membahas mekanisme permintaan bantuan Densus 88 Antiteror dan SOP dalam melakukan tindakan terhadap terduga terorisme serta ancaman terorisme lintas batas.

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, saat ini ada ancaman kelompok terorisme melakukan penyusupan ke istitusi-institusi pemerintah. Salah satu yang rentan, kata Boy, adalah badan usaha milik negara (BUMN) atau institusi lain untuk mendapatkan pengaruh dan sumber daya.

“Strategi mereka juga sepertinya ingin mencoba mendapatkan dukungan dari unsur-unsur yang bekerja di sektor pemerintahan termasuk di BUMN yang bisa saja mereka ingin memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh negara,” ujar Boy Rafli Amar saat menyampaikan paparannya dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Awalnya, kata Boy, kelompok teroris ini akan berupaya untuk mendapatkan pengaruh di BUMN atau institusi pemeritah. Setelahnya, tutur dia, mereka akan menguasai sumber daya di BUMN dan institusi pemerintah. Karena itu, kata Boy, pihaknya terus melakukan upaya bersama pegawai BUMN dan instansi pemerintah lain agar tidak terkontaminasi dengan paham-paham radikal.

“Karena itu upaya upaya pencegahan jiwa kita laksanakan bersama kepada mereka-mereka yang berada di sektor pemerintah dan badan usaha milik negara,” tandas Boy.

Kelompok teroris, lanjut Boy, terus berupaya mengincar instansi pemerintah agar mereka lebih mudah melakukan penyebaran paham radikal dengan dukungan pengaruh kekuasaan dan sumber daya yang memadai.

“Serangan teror terhadap simbol-simbol negara dengan pemanfaatan platform medsos baru dan ancaman infiltrasi jaringan teror ke institusi pemerintah,” pungkas Boy.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI