Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Audiensi dengan BNPT, Dirjen Bina Pemdes Bahas Pencegahan Ekstremisme

Rabu, 26 Januari 2022 | 22:18 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo beraudiensi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo beraudiensi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar. Audiensi itu berlangsung di kantor BNPT, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Pertemuan itu dilaksanakan dalam rangka kerja sama antara Kemendagri dan BNPT terkait Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. Yusharto didampingi oleh Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Desa Chaerul Dwi Sapta, dan Analis Kebijakan Ahli Madya Subdit Fasilitasi Bimbingan Kemasyarakatan Desa Dini Anggraini.

Boy menyatakan tujuan kerja sama ini untuk menghadirkan negara dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu masyarakat dapat menyadari dan paham mengenai adanya paham-paham radikalisme atau ekstremisme yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

“Dalam pencegahan dan penanggulangan ini, BNPT melakukan pembangunan fisik dan non-fisik dimana pembangunan non-fisik dilakukan melalui pembangunan karakter, semangat toleransi dan semangat membangun kerukunan,” kata Boy seraya menyebut kerja sama dimaksud telah menyasar pemerintah daerah (pemda).

Sementara itu, Yusharto mengatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memang menginginkan pencegahan dan penanggulangan ekstremisme agar sampai pada tingkat desa. Hal itu sangat potensial untuk dilakukan. Sebab, jumlah desa di Indonesia mencapai 74.962. Kemudian, perangkat desa ada sekitar 6 juta. Belum ditambah lagi dengan keberadaan PKK, posyandu dan karang taruna yang menjadi lembaga kemasyarakatan desa.

“Jadi, diharapkan penanganan ekstremisme dan radikalisme berbasis kekerasan yang mengarah kepada terorisme ini tidak hanya sampai pada tingkat pemerintah daerah, tetapi juga sampai dengan tingkat desa,” kata Yusharto.

Yusharto menyatakan secara preventif dapat dipilih sejumlah desa sebagai pilot project. Disosialisasikan mengenai deradikaslisasi paham-paham terorisme, termasuk materi dan contoh-contoh praktis.

“Warung NKRI”
Pada kesempatan itu, Boy mengatakan program Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI atau Warung NKRI telah dibentuk. Program tersebut merupakan salah satu bagian dari kerja sama BNPT dengan kementerian/lembaga lain dalam upaya untuk menangkal paham radikalisme.

“Hal tersebut tidak semudah itu dapat memberikan paham antiradikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan kepada masyarakat. Salah satu hambatan dalam menangkal paham radikalisme di daerah adalah karena masih adanya pemerintah daerah yang semangat nasionalismenya kurang dengan hanya memilikirkan terkait dengan konstituennya,” kata Boy.

Boy menambakan saat ini paham radikalisme menyebar secara masif. Karenanya, perlu ada keseriusan dalam mencegah penyebaran semangat radikalisme untuk menciptakan keutuhan nasional.

Yusharto mengatakan program Warung NKRI dapat diterapkan pada tingkat desa. Pemdes, kata Yusharto, mempunyai badan usaha milik desa (BUMDes) yang di dalamnya ada kantin-kantin. Nantinya, kantin-kantin itu bisa dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai yang terdapat dalam Warung NKRI.

Yusharto mengatakan kepala desa dapat mengatur mekanisme mengenai kegiatan pencegahan dan penanggulangan radikalisme berbasis kekerasan. Kegiatan itu akan dianggarkan dalam anggaran pendapatan belanja desa (APBDes) masing-masing desa.

Yusharto mengatakan semangat kerja sama ini adalah untuk dapat saling menghargai dan menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan. “Beliau (Boy) memberikan gambaran bahwa tidak hanya paham radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan yang dapat menimbulkan perpecahan dan mengancam keutuhan bangsa,” ungkap Yusharto.

Sebagai contoh di desa dalam pemilihan kepala desa (pilkades), menurut Yusharto, sering terjadi dinamika. Yusharto menegaskan semangat persatuan dan kesatuan perlu dijaga.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI