Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Hikmahanto: Singapura Tak Ikhlas Serahkan Kendali Udara ke Indonesia

Jumat, 28 Januari 2022 | 11:16 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / LES
Hikmahanto Juwana.

Jakarta, Beritasatu.com – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (HI UI) Hikmahanto Juwana mengatakan Singapura tidak ikhlas menyerahkan kendali udara terkait wilayah informasi penerbangan (Flight Information Region/FIR) ke Pemerintah Indonesia.

“Terus terang, Singapura tidak ikhlas untuk menyerahkan ini (kendali udara),” kata Hikmahanto Juwana seperti yang disiarkan oleh Beritasatu TV, Kamis (27/1/2022).

Memang, kata Hikmahanto, secara de jure pemerintah Indonesia sekarang dapat mengelola FIR yang ada di atas kedaulatan wilayah negara. Artinya, pemerintah harus bisa menjaga keselamatan dari penerbangan yang dijalankan dari berbagai negara.

Namun bila melihat siaran pers yang dikeluarkan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan ruang kendali udara di ketinggian 0-37.000 kaki di wilayah-wilayah tertentu didelegasikan ke otoritas penerbangan Singapura.

“Kalau kita lihat, misalnya pesawat itu kan naik dan turunnya itu sebenarnya di 37.000 kaki. Kalau yang diatas 37.000 kaki itu ibaratnya pesawat sedang melewati saja. Tetapi yang ke bawah ini (didelegasikan ke Singapura),” ujar Hikmahanto Juwana.

Hikmahanto menjelaskan, mengapa Singapura tidak ikhlas menyerahkan FIR ke tangan Indonesia, karena selama ini Bandara Udara Changi sudah menjadi hub dari berbagai penerbangan seluruh dunia.

“Bahkan Dubai itu, mencontoh Singapura. Bagaimana Singapura menjadi hub untuk mereka-mereka yang tidak sebenarnya berkunjung ke Singapura, tetapi melakukan connecting flight dari berbagai belahan dunia yang satu ke berbagai belahan dunia lainnya,” ujar Hikmahanto Juwana.

Selain itu, Singapura masih meragukan Indonesia mampu menjamin keselamatan ruang kendali udara, terutama dalam ketinggian 0 hingga 37.000 kaki.

“Dalam konteks seperti itu, tentunya Singapura ingin memastikan masalah keselamatan. Kita juga tahu seperti itu,” terang Hikmahanto Juwana.

Ia berpendapat, sudah sejak tahun 1990, Indonesia ingin mengelola FIR yang berada di bawah atau diatas kedaulatan negara. Maka artinya, lanjutnya, Indonesia harus sudah siap menjamin keselamatan itu.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan Indonesia mengambil alih ruang kendali udara (FIR) di Kepulauan Riau, termasuk Natuna yang selama ini dikelola Singapura.

Langkah ini mendapatkan tuaian pujian sekaligus kritikan. Banyak pihak menilai hal ini merupakan langkah maju yang dilakukan pemerintah Indonesia, namun disisi lain sejumlah pihak mengingatkan atas kepentingan Singapura di balik perjanjian ruang kendali udara tersebut.

Salah satunya, Indonesia mendelegasikan jasa pelayanan penerbangan pada area tertentu di ketinggian 0-37.000 kaki kepada otoritas penerbangan Singapura. Sementara pada ketinggian 37.000 kaki ke atas tetap berada dalam kendali Indonesia. Sejumlah pihak melihat di ketinggian 0-37.000 kaki justru banyak keuntungan yang bisa didapat Singapura.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI