Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemenko PMK: Literasi Masyarakat Indonesia Masih Rendah

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:04 WIB
Oleh : Wilsa Azmalia / CAH
Ilustrasi literasi.

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Didik Suhardi mengatakan bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah.

"Berdasarkan data yang kami himpun, tingkat literasi masyarakat kita masih cukup rendah. Dilihat dari beberapa indikator literasi, kita selalu berada di peringkat lima terbawah," kata Didik dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (29/1/2022).

Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati urutan ke 72 dari 78 negara berkaitan dengan tingkat literasi atau berada di 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Menurut Didik pentingnya penerapan penguatan peta jalan pembudayaan literasi guna memberikan arah dan pedoman bersama lintas pemangku kepentingan dalam pembudayaan literasi. Peta jalan pembudayaan literasi merupakan dokumen pemikiran bersama lintas pemangku kepentingan yang dibuat pada 2021 lalu.

Selain itu, dikatakannya perlu dibuat payung hukum yang kuat sebagai dasar pembudayaan literasi lintas pemangku kepentingan. "Tujuan penguatan peta jalan pembudayaan literasi yaitu sebagai arah dan pedoman bersama lintas pemangku kepentingan dalam pembudayaan literasi sekaligus sebagai wadah sinergi lintas pemangku kepentingan untuk mewujudkan masyarakat berwawasan luas," ujar Didik.

Didik juga menyampaikan kebijakan literasi perlu diarahkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi industri 4.0. Literasi digital perlu didorong seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Peningkatan literasi tidak hanya untuk siswa tetapi juga para guru pendidik.

Lebih lanjut, Didik menyebut perlu dipastikan pelaksanaan pembudayaan literasi oleh masing-masing kementerian dan lembaga, serta informasi kendala dan tantangan yang dihadapi sehingga dapat dibuat strategi-strategi untuk mengatasinya.Sehingga diperlukan koordinasi dan sinkronisasi program antar kementerian dan lembaga menjadi penting untuk dilakukan, dan program yang direncanakan tersebut harus dapat diimplementasikan dengan baik.

Didik juga mengungkap, pemerintah saat ini menjalankan tiga program untuk memperkuat literasi. Pertama, program literasi keluarga yaitu penyiapan konten literasi keluarga dan penyusunan panduan literasi di keluarga seperti membacakan buku mendongeng, dan lainnya.

Kedua, program literasi satuan pendidikan yaitu penyusunan panduan literasi dalam pembelajaran untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Ketiga, program literasi masyarakat merupakan peningkatan akses dan konten literasi masyarakat melalui peningkatan layanan perpustakaan secara nasional.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI