Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Penyebab Kecelakaan Jet China Eastern Masih Misterius

Rabu, 23 Maret 2022 | 18:13 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Bagian potongan badan pesawat yang diduga milik pesawat China Eastern Airlines yang jatuh di Wuzho, Tiongkok, Senin, 21 Maret 2022.

Beijing, Beritasatu.com- Penyebab jatuhnya jet maskapai China Eastern yang mematikan masih menjadi misteri. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (22/3/2022), penyelidik kecelakaan mengaku belum tahu penyebab jet China Eastern yang membawa 132 orang itu jatuh dari langit.

Tim pencari masih menjelajahi lereng gunung berhutan untuk mencari kotak hitam perekam penerbangan dari pesawat Boeing 737-800. Kecepatan pesawat jatuh mengakibatkan tidak ada korban yang ditemukan hampir 36 jam setelah kecelakaan pada Senin.

Peristiwa ini adalah bencana udara paling mematikan di Tiongkok dalam tiga 30 tahun, di negara dengan catatan keselamatan udara yang patut ditiru.

“Dengan informasi saat ini, kami tidak dapat membuat penilaian yang jelas tentang penyebab kecelakaan itu,” kata Zhu Tao, direktur kantor keselamatan penerbangan di otoritas penerbangan Tiongkok.

Pada Selasa malam, Zhu menambahkan bahwa fokusnya sekarang adalah pada mencari perekam penerbangan.

“Tim pencari berencana untuk bekerja sepanjang malam menggunakan tangan, anjing pelacak, dan peralatan lainnya untuk mencari korban selamat,” lapor penyiar CCTV.

CCTV dan kantor berita resmi Xinhua melaporkan medan yang curam, kasar dan ukuran besar puing-puing mempersulit pencarian kotak hitam, yang menyimpan data penerbangan dan perekam suara kokpit.

Hassan Shahidi, presiden dan CEO dari Flight Safety Foundation, mengatakan masih terlalu dini untuk mendapatkan jawaban pasti tentang penyebab kecelakaan itu.

“Para penyelidik akan melihat semua aspek penerbangan ini, termasuk masalah mekanis, atau struktural. Mereka akan melihat sejarah perawatan pesawat serta catatan pelatihan pilot. Boeing diharapkan menjadi bagian dari proses untuk memberikan keahlian yang diperlukan. Penyelidik ingin menemukan perekam data penerbangan dan perekam suara untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” kata Hassan.

Drone juga digunakan untuk mencari pecahan puing yang tersebar di kedua sisi gunung tempat pesawat itu jatuh, lapor media pemerintah.

Pertanyaan telah meningkat tentang penyebab kecelakaan pesawat itu, yang membuat jet jatuh dari ketinggian 6.096 meter hanya dalam waktu lebih dari satu menit sebelum menghantam lereng di Tiongkok selatan pada Senin sore.

Maskapai ini telah secara resmi mengakui bahwa beberapa penumpang jet, yang melakukan perjalanan dari kota Kunming ke pusat selatan Guangzhou, telah tewas. Namun maskapai telah berhenti menyatakan semua orang yang ada di dalamnya tewas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI