Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Pencucian Uang Rahmat Effendi, Rombongan Camat Diperiksa KPK

Selasa, 5 April 2022 | 11:14 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (tengah) meninggalkan Gedung Merah Putih KPK seusai menjalani pemeriksaan, Selasa, 25 Januari 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Wali Kota nonaktif Bekasi, Rahmat Effendi. Pada Selasa (5/4/2022), KPK menjadwalkan memeriksa para camat dari sejumlah wilayah di Bekasi.

“Diperiksa sebagai saksi untuk perkara TPPU di pemerintahan Kota Bekasi dengan tersangka RE (Rahmat Effendi),” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (5/4/2022).

Adapun rombongan camat yang diperiksa KPK terdiri dari Camat Bekasi Utara, Zalaludin; Camat Bekasi Timur, Widi Tiawarman; Camat Pondok Gede, Nesan Sujana; Camat Bantar Gebang, Asep Gunawan; Camat Mustikajaya, Gutus Hermawan; dan Camat Jatiasih, Mariana.

Saksi lain yang dijadwalkan diperiksa tim penyidik KPK yakni Sekretaris BPKAD, Amsiah; ASN Inspektorat, Dian Herdiana; serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Marisi.

Dalam kasus ini, KPK menduga Rahmat Effendi membelanjakan, menyembunyikan, atau menyamarkan kepemilikan harta kekayaannya yang diduga merupakan hasil dari suap yang diterimanya terkait proyek dan lelang jabatan di Pemkot Bekasi.

Sebelumnya, Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Penetapan tersangka terhadap sembilan orang ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif 14 orang yang diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1/2022) lalu.

Selain Rahmat Effendi, delapan orang lainnya yang dijerat KPK dalam kasus suap ini, yaitu Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril; Lai Bui Min alias Anen selaku pihak swasta serta Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT HS Hanaveri Sentosa, Suryadi.

KPK juga menjerat Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin; Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M. Bunyamin; Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong; Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi; dan Camat Jatisampurna, Wahyudin.

KPK menduga, Rahmat Effendi menerima suap terkait fee ganti rugi serta pengerjaan proyek dan juga terkait jual beli jabatan di Pemkot Bekasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI