Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Hasil Memalak ASN Pemkot Bekasi, Rahmat Effendi Diduga Bangun Glamping

Rabu, 6 April 2022 | 13:24 WIB
Oleh : Fana F Suparman / YUD
Rahmat Effendi.

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi membangun usaha glamorous camping (glamping) atau tempat kemah mewah menggunakan uang hasil memalak aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Bekasi. Dugaan itu didalami tim penyidik KPK dengan memeriksa sembilan saksi, termasuk enam camat di lingkungan Pemkot Bekasi.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya perintah penarikan sejumlah uang oleh tersangka RE (Rahmat Effendi) dari para camat maupun ASN Pemkot Bekasi untuk membangun glamping," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (6/4/2022).

Para saksi yang diperiksa tim penyidik itu, yakni Camat Bekasi Utara, Zalaludin; Camat Bekasi Timur, Widi Tiawarman; Camat Pondok Gede, Nesan Sujana; Camat Bantar Gebang, Asep Gunawan; Camat Mustikajaya, Gutus Hermawan; dan Camat Jatiasih, Mariana.

Selain itu, tim penyidik juga memeriksa Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Marisi; ASN Inspektorat, Dian Herdiana; dan Sekretaris BPKAD, Amsiah.

Ali belum dapat menyampaikan lebih jauh mengenai usaha glamping milik Rahmat Effendi yang dibangun menggunakan uang hasil memalak para ASN Pemkot Bekasi itu.

"Diduga kepemilikan Glamping tersebut atas nama pribadi tersangka RE," ujar Ali.

Diketahui, KPK menetapkan Rahmat Effendi sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penetapan tersangka itu merupakan pengembangan kasus dugaan suap proyek dan lelang jabatan di Pemkot Bekasi yang menjerat Rahmat Effendi, sebelumnya. Dalam penyidikan kasus dugaan suap itu, KPK menemukan bukti yang cukup adanya dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Rahmat Effendi.

Sebelumnya, Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Penetapan tersangka terhadap sembilan orang ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif 14 orang yang diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1/2022).

Selain Rahmat Effendi, delapan orang lainnya yang dijerat KPK dalam kasus suap ini, yaitu Direktur PT MAM Energindo Ali Amril, Lai Bui Min alias Anen selaku pihak swasta, serta Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT HS Hanaveri Sentosa, Suryadi.

KPK juga menjerat Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M Bunyamin, Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi Jumhana Lutfi, dan Camat Jatisampurna Wahyudin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI