Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ade Armando Dianiaya karena Menista Agama, Akhmad Sahal: Dia Rajin Ibadah

Senin, 11 April 2022 | 22:01 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / WM
Aktivis kebangsaan, Akhmad Sahal.

Jakarta, Beritasatu.com – Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika Serikat, Akhmad Sahal mengecam keras aksi penganiayaan terhadap dosen Universitas Indonesia, Ade Armando saat demonstrasi hari ini karena dianggap menista agama Islam. Padahal, dia mengenal Ade Armando sebagai sosok yang rajin beribadah.

Atas dasar itu, dia memandang pihak yang menganggap Ade sebagai penista agama adalah hal yang absurd. Perlu diketahui, beberapa waktu silam Ade Armando sempat dilaporkan ke kepolisian karena dipandang menista agama Islam melalui media sosialnya.

“Ade Armando itu orang yang sangat dari dulu sampai sekarang sangat rajin beribadah ritual, sholat lima waktu tidak pernah ketinggalan, puasa Ramadan tidak pernah bolong, dan beliau itu sangat committed, Islam yang berkomitmen sekali dengan ajarannya,” ujar Sahal dalam sebuah konferensi pers daring, Senin (11/4/2022).

Tidak hanya itu, terkait dengan aksi demonstrasi hari ini, dipaparkan Sahal, sebetulnya Ade Armando memiliki persepsi yang sama dengan para mahasiswa, yakni menolak masa jabatan presiden tiga periode. Atas dasar itu, dia memandang penganiayaan terhadap Ade tidak terkait dengan tuntutan demonstrasi, melainkan karena Ade dicap sebagai penista agama.

“Karena dicap sebagai penista agama maka sah bagi mereka untuk melakukan persekusi, penghalalan kekerasan dan penggunaan cara-cara bar-bar,” ujar Sahal.

“Jadi menurut saya ini bukan semata-mata soal isu mahasiswa, ini adalah soal pertunjukan atau demonstrasi kekejaman atas nama agama. Dan ini bahaya sekali kalau dibiarkan. Saya setuju polisi harus bersikap tegas menindak semua pelakunya dan memastikan ini tidak terjadi lagi,” lanjutnya.

Diberitakan, Ade Armando babak belur dianiaya massa saat mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, hari ini. Dia dianiaya sekumpulan massa yang diduga bukan dari kelompok mahasiswa. Dia dianiayai hingga tersungkur ke aspal, bahkan celana panjang yang dikenakannya hilang.

Ade juga mencoba melindungi kepala dan badan sambil tersungkur ke tanah ketika dia menerima amukan massa.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR. Dalam aksi tersebut, kelompok yang terdiri dari kumpulan BEM beberapa universitas ini membawa beberapa tuntutan di antaranya penolakan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI