Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Fraksi PKB Beri Bantuan untuk Ratusan Yatim dalam Rangka Ramadan

Rabu, 13 April 2022 | 20:15 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsuriyal.

Jakarta, Beritasatu.com - Fraksi PKB DPR memberikan bantuan untuk anak yatim. Kegiatan dalam rangka Ramadan ini digelar di aula Masjid Baiturrahman, kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/4/2022).

“Tahun ini kami menggelar kegiatan berbagi dengan anak-anak yatim dan bedah buku karya intelektual NU Ahmad Baso untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan,” ujar Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsuriyal.

Cucun mengatakan kegiatan berbagi dengan anak yatim merupakan simbol jika Ramadan merupakan momentum tepat untuk lebih peduli kepada sesama. Rasa lapar dan haus yang dirasakan umat Islam di siang hari, katanya, menjadi penanda jika tidak boleh seorang muslim membiarkan saudaranya sendirian dalam menghadapi kesulitan hidup.

“Kedatangan ratusan anak yatim yang kita undang hadir dalam kegiatan ini merupakan berkah sekaligus pengingat agar kita mawas diri jika di sekitar kita masih ada saudara-saudara yang perlu kita sapa dan temani, sehingga mereka tidak merasa sendirian menjalani apapun problem hidup mereka,” ujarnya.

Cucun mengatakan Ramadan juga menjadi momentum tepat bagi umat Islam untuk melakukan koreksi diri. Dengan menurunnya berbagai aktivitas fisik, maka tercipta banyak momentum bagi tiap individu untuk melakukan refleksi sejauh mana kemanfaatan diri bagi sesama.

“Dengan momentum Ramadan ini sebenarnya banyak memberikan ruang bagi kita untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual kita dengan banyak membaca dan berbagi ilmu dengan sesama,” katanya.

Dalam konteks meningkatkan kapasitas intelektual ini, Cucun mengatakan Fraksi PKB juga mengadakan kegiatan bedah buku berjudul “Historiografi Khittah dan Politik NU” karya Ahmad Baso. Sebagai partai yang dilahirkan untuk memperjuangkan kepentingan jamiah dan Jemaah NU, maka sudah seharusnya setiap kader PKB memahami sejarah khitah NU.

“Dengan memahami khitah NU secara utuh, maka kader PKB bisa mengetahui bagaimana memosisikan diri secara tepat dalam memperjuangkan kepentingan politik nahdliyin,” katanya.

Cucun mengungkapkan memang selama ini banyak yang salah dalam mempersepsikan khitah NU. Khitah NU sering diartikan sebagai garis demarkasi ketat agar NU tidak boleh ikut-ikutan dalam politik kekuasaan.

“Padahal justru dengan khitah NU, harusnya warga NU mampu merumuskan kepentingan politik dan bagaimana cara meraihnya. Buku karya pak Ahmad Baso sebagai intelektual NU menurut kami cukup representatif dan objektif dalam mengupas bagaimana sejarah khitah baik dari sisi pemikiran maupun gerakan yang ditunjang dengan bukti-bukti autentik. Ini juga akan menjadi bacaan bagus selama bulan Ramadan ini,” kata Cucun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI