Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Legislator Apresiasi Pencapaian Kinerja BP2MI

Kamis, 21 April 2022 | 09:04 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD
Benny Rhamdani.

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di bawah pimpinan Benny Rhamdani berhasil meraih simpati dari wakil rakyat. Benny berhasil melakukan sejumlah terobosan termasuk pemberantasan mafia penempatan tenaga kerja secara ilegal, mampu membangun sistem pengawasan yang terintegrasi melalui command center.

Para pekerja migran Indonesia (PMI) pun semakin terlindungi seluruh hak-haknya. Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, pencapaian kinerja BP2MI tersebut layak mendapatkan apresiasi.

"Kerja BP2MI berjalan baik membantu PMI," tegasnya melalui keterangan, Kamis (21/4/2022).

Ia mengatakan BP2MI mampu bertransformasi di era kepemimpinan saat ini. Buktinya BP2MI berhasil membangun sistem pengawasan dan perlindungan berbasis data.

"Kami apresiasi terobosan dan langkah BP2MI dalam melindungi PMI di luar negeri termasuk program command center," ungkapnya.

Secara terpisah, anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan bangsa ini telah diperlihatkan kinerja yang baik dari BP2MI. Meskipun diberikan anggaran yang sedikit oleh negara namun tidak menghalangi lembaga itu dalam membuat inovasi dan terobosan.

"Saya kira kita semua diperlihatkan kinerja positif yang dilakukan BP2MI saat ini. Dengan anggaran yang sedikit namun tugas pokok dan fungsinya mampu dilaksanakan dengan baik," ujarnya.

Menurut dia, BP2MI muncul ke permukaan dan menjadi lembaga yang dapat diandalkan melindungi dan mengawasi PMI. Tidak hanya itu, masalah klasik yakni penempatan PMI secara ilegal turut menjadi perhatian Kepala BP2MI Benny Rhamdani.

"Itu komitmen yang sangat baik menurut saya. BP2MI juga telah berhasil memberikan pelayanan dalam pemulangan PMI dengan fasilitas yang sangat baik," katanya.

Politisi PDIP itu menekankan kepada BP2MI supaya tidak berpuas diri dengan seluruh capaian gemilang tersebut. Sebab tantangan selalu hadir terhadap pengawasan dan pelayanan hak-hak PMI.

"Salah satu tantangan yang juga berhasil ditangani BP2MI dengan menghadirkan command center yang terintegrasi sistem yang menjadi big data PMI kita. Itu langkah positif untuk mengetahui saudara kita yang bekerja di luar negeri mulai dari asal, tempat bekerja, jenis perusahaan, bosnya juga penyalurnya," terangnya.

Berbekal sistem tersebut, kata dia, maka pemerintah melalui BP2MI mampu meningkatkan pengawasan dan antisipasi persoalan terkait PMI.

"Maka kendali kita untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka BP2MI akan semakin mudah menanganinya. PR ke depan, ini kan sudah terdeteksi dengan baik untuk PMI yang bekerja formal dan yang tidak formal pun harus mendapatkan perhatian serupa," paparnya.

Misalnya mengenai PMI di Malaysia yang sekitar 2/3 bekerja di luar pekerjaan formal. Nah ke depan itu semua harus turut masuk dalam command center BP2MI.

Ia juga mengapresiasi sikap tegas Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang tidak memberikan ampun bagi jajarannya yang melenceng dari ideologi bangsa. "Saya kira siapapun pemimpin harus bersikap demikian, intoleransi dan anti-Pancasila harus ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI