SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Mahathir Mohamad Digugat Presiden UMNO Akibat Pencemaran Nama Baik

Kamis, 28 April 2022 | 12:00 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Mahathir Mohamad.

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad digugat Presiden UMNO Ahmad Zahid karena pencemaran nama baik. Seperti dilaporkan CNA, Rabu (27/4/2022), Ahmad menyebut pernyataan Mahathir tentang dia adalah fitnah dan jahat.

Media Malaysia melaporkan bahwa gugatan itu berkaitan dengan komentar Dr Mahathir bahwa Ahmad Zahid telah meminta bantuannya untuk membebaskan tuduhan korupsinya.

Advertisement

Pemimpin UMNO mengajukan pernyataan klaimnya pada 20 April di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, mencari perintah untuk menghentikan Mahathir mengulangi pernyataannya.

The Star melaporkan bahwa gugatan itu dijadwalkan untuk manajemen kasus di hadapan wakil panitera Pengadilan Tinggi Nor Afidah Idris pada Rabu (27/4).

Mengutip dokumen pengadilan, Star mengatakan bahwa Mahathir mengucapkan pernyataan dugaan pencemaran nama baik di sebuah acara oleh Parti Pejuang Tanah Air (Pejuang) sehubungan dengan pemilihan negara bagian Johor di Yayasan Kepimpinan Perdana di Putrajaya pada 23 Februari.

Menurut dokumen itu, Mahathir mengklaim bahwa Ahmad Zahid datang ke rumahnya bersama dua atau tiga orang lainnya tepat setelah Pemilihan Umum ke-14 pada 2018, sebelum yang pertama dilantik sebagai perdana menteri untuk kedua kalinya.

"Penggugat memohon bahwa tergugat telah mengucapkan pernyataan fitnah dengan kebencian dan menempatkan penggugat dalam skandal publik, sehingga menghasut kebencian dari publik terhadap penggugat," kata dokumen itu, seperti dilansir Star.

Ahmad Zahid mengatakan pernyataan jahat itu tidak benar, tidak beralasan, tidak berdasar dan nakal. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa pernyataan yang dituduhkan dimaksudkan untuk mengatakan bahwa dia adalah orang yang dapat menggunakan "jalan pintas" untuk menyelesaikan kasus kriminalnya yang sedang berlangsung.

Ahmad Zahid juga membantah bertemu Ketua Pejuang untuk membahas sidang korupsinya.

“Penggugat belum pernah bertemu dengan tergugat sehubungan dengan kasus pengadilan terhadap penggugat atau penyelidikan oleh instansi pemerintah terhadap penggugat,” kata Ahmad Zahid dalam dokumen pengadilan.

Saat ini, mantan wakil perdana menteri dan anggota parlemen Bagan Datuk menghadapi dua kasus pengadilan yang sedang berlangsung. Ahmad Zahid diadili atas 47 tuduhan pencucian uang dan pelanggaran pidana yang melibatkan jutaan ringgit dari yayasan Yayasan Akalbudi dan karena menerima suap untuk berbagai proyek selama masa jabatannya sebagai menteri dalam negeri.

Ahmad Zahid juga menghadapi 40 tuduhan menerima suap sebesar RM 42 juta (Rp 138 miliar) sehubungan dengan sistem visa luar negeri.

Menurut dokumen pengadilan, pemimpin UMNO juga meminta permintaan maaf dari pemimpin Pejuang, ganti rugi, biaya dan keringanan lain yang dianggap pantas oleh pengadilan.

Sementara itu, Mahathir mengatakan bahwa dia mendukung pernyataannya bahwa Ahmad Zahid telah meminta bantuannya untuk menghentikan kasus korupsinya.

Dalam satu pernyataan pada Rabu (27/4), pengacara Mahathir, Mior Hadir mengatakan bahwa mantan perdana menteri akan menentang gugatan pencemaran nama baik Ahmad Zahid terhadapnya.

“Mahathir menyangkal semua klaim yang dibuat oleh penggugat (Ahmad Zahid). Kami ingin memberi tahu semua bahwa klien kami tegas bahwa pernyataannya adalah kebenaran. Mahathir juga berhak untuk mengajukan gugatan balik ke pengadilan di masa depan,” kata pengacara itu seperti dikutip oleh The Malaysian Insight.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI