Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Prabowo Subianto Dinilai Petarung yang Selalu Dijegal

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:16 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM
Prabowo Subianto.

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik sekaligus Dosen Fisip Universitas Jayabaya, Jakarta, Igor Dirgantara menilai, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan mendapatkan tantangan besar dari kaum oligarki ketika maju Pilpres 2024. Penjegalan ini dilakukan karena Prabowo adalah petarung yang tidak mau dikontrol oleh kaum oligarki tersebut.

"Prabowo itu justru sosok yang paling tidak disukai oleh oligarki. Bahkan Prabowo malah selalu dijegal oleh oligarki," ujar Igor kepada wartawan, Sabtu (7/5/2022).

Igor bahkan menduga munculnya sosok-sosok baru dalam bursa pencapresan 2024 merupakan strategi untuk mengadang Prabowo menuju Pilpres 2024. Menurut dia, sosok-sosok baru tersebut merupakan boneka-boneka dari kaum oligarki.

"Munculnya calon-calon yang sekarang karbitkan dan tidak memiliki basis yang kuat, justru merupakan makanan empuk bagi oligarki. Mereka pastinya relatif akan manut seperti kerbau yang dicokok hidungnya, karena relatif tidak punya kapasitas dan bargaining yang kuat. Oligarki bisa membeli dan mengatur calon-calon yang baru ini (boneka)," jelas Igor.

Walaupun pernah menelan kekalahan dalam Pilpres 2014 dan 2019, Igor berpandangan, Prabowo Subianto bukanlah seorang pecundang jika maju lagi pada Pemilu 2024. Menurutnya, Prabowo justru bermental seorang petarung sejati yang masih percaya diri dengan kapabilitasnya.

Igor berpendapat, peluang Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2024 pun sangat memungkinkan dengan hasil kinerja yang ditunjukannya ketika menjadi Menteri Pertahanan bersama dengan Presiden Jokowi yang pernah beberapa kali menjadi rival dalam pilpres.

"Fakta bahwa yang bisa mengalahkan Prabowo itu cuma Jokowi. Bukan kandidat yang lain. Publik itu sudah jenuh dengan pencitraan. Saat ini, kinerja yang dapat dijadikan tolak ukur penilaian apakah seorang tokoh itu memang pantas untuk maju dalam perhelatan pemilu, bukan alasan yang lainnya," terangnya.

Lebih lanjut, Igor mengatakan, langkah Prabowo yang beberapa waktu lalu melakukan safari Idulfitri ke beberapa tokoh, adalah menjadi obat untuk para pendukung Prabowo yang sempat merasa kecewa. Pasalnya, realitas menunjukkan bahwa pada kontestasi pemilu semua kandidat yang maju tetap akan didukung oleh komunitas muslim.

Bahkan, kata Igor, Jokowi maju di Pilpres 2019 juga dengan strategi menggandeng tokoh NU, Ma’ruf Amin. Pengalaman dari Pilpres menunjukkan bahwa komunitas pemilih muslim tidak pernah terkonsentrasi pada satu pasangan kandidat saja, tetapi pada semua pasangan calon.

Bahkan pendukung Jokowi yang masih cukup besar juga berpeluang pilihannya bermigrasi pilih Prabowo di Pilpres 2024.

"Kecewa itu lumrah, tetapi pasti ada obatnya. Safari Lebaran Prabowo ke Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah salah satu awal dari obatnya. Seperti melihat gelas setengah kosong. Yang negative thinking akan memandang setengah kosongnya. Tetapi yang positif akan bersyukur karena terisi air setengah penuhnya," kata Igor.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI