Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kenang Fatmawati, Puan Maharani: Sosok Kebanggaan Indonesia

Minggu, 15 Mei 2022 | 19:35 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Ketua DPR Puan Maharani.

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua DPR Puan Maharani mengenang Ibu Negara pertama, Fatmawati yang juga neneknya. Fatmawati wafat pada 14 Mei 1980 pada usia 57 tahun di Kuala Lumpur, Malaysia, karena serangan jantung dalam perjalan pulang dari umrah. Menurut Puan, Fatmawai sosok kebanggaan bangsa Indonesia.

“Ibu Fatmawati selain menjadi kebanggaan keluarga kami, beliau juga adalah sosok kebanggaan masyarakat Bengkulu, dan kebanggaan bangsa Indonesia,” kata Puan dalam keterangannya, Minggu (15/5/2022).

Puan pun selalu menjadikan Fatmawati sebagai inspirasi. Perjuangan Fatmawati yang mendukung Soekarno dalam memproklamasikan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia dinilai Puan tak hanya sekadar pengabdian istri kepada suami, tetapi seorang warga kepada negara dan bangsanya.

“Salah satu cerita yang paling menginspirasi dari Ibu Fatmawati adalah bagaimana beliau turut menjahit bendera merah putih, yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan,” kata mantan Menko PMK ini.

Puan mengisahkan saat itu untuk mendapatkan bahan kain merah dan putih dalam ukuran sebesar bendera bukan hal yang mudah. Barang-barang eks impor semuanya berada di tangan Jepang. Fatmawati pun harus meminta bantuan Shimizu, orang yang ditunjuk oleh Pemerintah Jepang sebagai perantara dalam perundingan Jepang-Indonesia.

Shimizu lalu mengusahakannya melalui seorang pembesar Jepang yang mengepalai gudang di pintu air di depan eks bioskop Capitol. Dengan susah payah Fatmawati akhirnya mendapatkan bahan kain itu dan menjahitnya. “Bendera itulah yang berkibar di Pegangsaan Timur saat proklamasi kemerdekaan Indonesia,” ujar Puan Maharani.

Fatmawati menghabiskan waktunya untuk menjahit bendera itu dalam kondisi fisik yang cukup rentan. Pasalnya, Fatmawati saat itu sedang hamil tua dan sudah waktunya untuk melahirkan putra sulungnya Guntur Soekarnoputra. Fatmawati menjahit bendera itu secara berangsur-angsur dengan mesin jahit Singer yang dijalankan hanya dengan tangan saja.

Dokter melarang Fatmawati menggunakan kaki untuk menggerakkan mesin jahit. Tak jarang, Fatmawati menitikkan air mata kala menjahit bendera itu. Namun, Fatmawati tak berhenti menjahit bendera itu hingga rampung karena meyakini Indonesia akan segera merdeka dalam waktu dekat.

“Bagi saya, ibu Fatmawati adalah sosok yang mempunyai visi dan pandangan jauh ke depan. Atas jasa beliau, kita bangsa Indonesia memiliki bendera pusaka merah putih yang dijahit dengan tangan beliau sendiri dan dipersiapkan sebelum Indonesia merdeka,” kata Puan Maharani.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI