Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

DEWG G-20 2022, Kemenkominfo Usung Isu Konektivitas Digital Pascapandemi

Selasa, 17 Mei 2022 | 11:14 WIB
Oleh : Emanuel Kure / FMB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (Tengah) membuka pertemuan kedua DEWG 2022 di Yogyakarta, Selasa (17/5/2022).

Yogyakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka pertemuan kedua Kelompok Kerja Ekonomi Digital G-20 atau G-20 Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G-20 Indonesia yang berlangsung di Yogyakarta pada 17-18 Mei 2022.

Pertemuan ini diikuti delegasi negara anggota G-20, sekaligus menjadi momentum mempertunjukkan adopsi teknologi digital di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo yang juga menjabat Chair G-20 DEWG, Mira Tayyiba terus berupaya menyambut kedatangan delegasi negara anggota G-20 dengan baik guna meninggalkan pengalaman yang berkesan terhadap Presidensi G-20 Indonesia.

“Sudah ada beberapa negara anggota G-20 yang telah mengonfirmasi akan hadir secara fisik di Yogyakarta walaupun tidak seluruhnya, lalu ada juga yang hadir secara online. Jadi kita akan melakukan pertemuan kedua secara hibrida pada tanggal 17-18 Mei 2022 yang akan dihadiri secara langsung oleh sejumlah delegasi G-20 member states,” kata Mira di Yogyakarta, Selasa (17/5/2022).

Dalam pertemuan ini, forum DEWG akan memulai penyusunan rancangan dokumen (drafting) Deklarasi Para Menteri G-20 Bidang Digital, khususnya untuk isu prioritas pertama DEWG, yakni konektivitas digital pascapandemi Covid-19.

Dokumen ini akan terus dibahas selama rangkaian perundingan DEWG agar dapat disepakati lalu diadopsi oleh para negara anggota G-20 dalam Pertemuan Tingkat Menteri G-20 Bidang Digital yang akan diselenggarakan di Bali pada 1 s/d 2 September 2022 mendatang.

Selain itu, Presidensi G-20 Indonesia juga ingin menunjukkan berbagai inisiatif di sektor ekonomi digital sebagai pendukung pembahasan mengenai substansi selama sidang kedua DEWG G-20 berlangsung.

Inisiatif-inisiatif ini ditampilkan melalui Wall of Indonesia’s Digital Transformation yang diprakarsai oleh para anggota DEWG Industry Task Force yang terdiri dari berbagai pelaku industri Tanah Air.

Melalui Wall of Indonesia’s Digital Transformation, delegasi-delegasi negara anggota G-20 dapat melihat use case transformasi digital melalui beberapa platform digital yang ada dan dikembangkan oleh anak bangsa.

“Kami ingin memperlihatkan bagaimana pemanfaatan digital dalam keseharian masyarakat Indonesia, jadi kalau misalnya sekarang mungkin kita bisa bilang di negara maju semua orang sudah inklusif, semua orang sudah bisa pakai digital tapi di emerging countries mungkin masih segmented,” jelasnya.

Mira menambahkan, bahwa selama ini yang banyak kita ketahui hanya terbatas pada pemanfaatan teknologi digital yang digunakan oleh kalangan muda dan usia produktif tertentu, atau masyarakat yang berdomisili di pusat-pusat perkotaan maupun masyarakat yang memiliki pendidikan cukup tinggi.

Oleh karena itu, akan menarik apabila Presidensi G-20 Indonesia dapat menyuguhkan teknologi digital sebagai solusi bagi semua lapisan masyarakat di berbagai sektor, baik untuk pendidikan, kesehatan, telekomunikasi, perdagangan, keuangan, pariwisata, mobilitas dan transportasi, hingga perikanan.

“Kita justru ingin men-showcase-kan bahwa digital itu hadir sebagai solusi everyday people. Seperti contohnya bagaimana teknologi digital digunakan oleh pedagang yang berjualan di pasar, kita ingin perlihatkan bahwa digitalisasi di Indonesia sudah menyentuh di situ,” tuturnya.

Adapun sejumlah delegasi members state hadir secara langsung di Yogyakarta, antara lain dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jerman, Jepang, Turki, India, Arab Saudi, Korea Selatan, Prancis, Italia, Singapura, Cambodia, dan Argentina.

Forum DEWG Presidensi G-20 Indonesia mengangkat tema Achieving Resilient Recovery: Working Together foto a More Inclusive, Empowering, and Sustainable Digital Transformation. Forum itu dihadiri oleh 16 negara anggota G-20 dan perwakilan International Telecommunications Union (ITU) dan Organization for Economic Co-operation and development (OECD).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI