Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pakar: Sumber Hepatitis Akut Belum Dapat Dipastikan

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:20 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM
Ilustrasi-Hepatitis

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar kesehatan anak yakni Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Hanifah Oswari mengatakan sumber penyebab penularan hepatitis akut atau juga disebut sebagai hepatitis misterius hingga hari ini belum dapat dipastikan dari mana asalnya.

“Penyebab yang pasti kita masih belum tahu, tetapi dari data-data yang ada saat ini didapatkan dari penelitian di Inggris terutama yang terbanyak didapatkan data kasus adalah adenovirus,” kata Hanifah pada saat konferensi pers tentang penyakit hepatitis di RSCM Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2022).

Hanifah menjelaskan tentang penularan adenovirus, salah satunya karena adenovirus tipe 41 yang penularannya melalui saluran cerna. Penularan ini paling banyak ditemukan.

Namun, ketika ditanya apakah ada jenis penularan lain, Hanifah menuturkan, masih ada kemungkinan penularan dengan cara lain seperti gangguan di saluran pernapasan.

“Jadi yang menonjol atau yang utama adalah yang dari saluran cerna. Kemudian kedua yang kalau enggak salah 18% itu dengan cara saluran napas,” ucapnya.

Oleh karena itu, Hanifah menuturkan upaya untuk pengendalian infeksi hepatitis misterius dengan pengendalian penularan melalui saluran cerna dan napas.

Adapun saluran cerna, lanjut Hanifah, meliputi kebersihan tangan. Untuk itu, ia mengimbau agar setiap orang harus menjaga makan dengan makanan higienis, dan sebaiknya makanan dan minuman harus dimasak terlebih dahulu.

“Mungkin untuk anak-anak yang paling banyak tahu bagaimana perilaku anak-anak lagi di sekolah ya. Sekolah itu nanti ada hal-hal khusus jangan sampai berganti-ganti alat makan dari anak yang satu ke anak yang lain ataupun makanan berbagi makanan karena itu mungkin sangat penting,” ujarnya.

Hanifah mengatakan untuk dapat berperilaku hidup bersih, maka salah satunya juga harus benar-benar menaati melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

Hanifah menuturkan tentang hepatis akut yang masih belum diketahui sumber penularannya, maka hingga saat ini juga definisi operasional masih mengikuti definisi operasional yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu probable dan konfirmasi yang saat ini masih belum ada definisinya.

Kemudian, epi-linked yang merupakan hepatitis akut yang bukan karena hepatitis A,B,C,D, dan E yang terdiri dari semua usia.

“Semua usia tetapi ada kontak erat dengan kasus yang sejak 1 Oktober 2021 itu,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI