Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dijagokan Jadi Penjabat Gubernur DKI, Ini Respons Kasetpres

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:56 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WM
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono

Jakarta, Beritasatu.com – Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan berakhir pada Oktober tahun ini. Sejumlah nama mulai bermunculan di tengah-tengah publik untuk menggantikan Anies Baswedan. Salah satunya adalah Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono.

Ketika dikonfirmasi mengenai dirinya digadang-gadangkan menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI, Heru menegaskan belum ada pembahasan mengenai hal itu dari pihak Istana Presiden. “Belum ada pembicaraan ke arah itu,” kata Heru Budi Hartono, Selasa (17/5/2022).

Menurutnya, masih banyak kandidat lain yang lebih mumpuni darinya untuk dipilih menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta. “Masih banyak kandidat yang lebih baik,” ujar Heru Budi Hartono.

Meskipun, ia mengakui telah lama berkarir di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Jabatan terakhir sebelum ia diangkat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kasetpres adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Heru juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

“Ya memang saya berkarir lama di Pemprov DKI,” terang Heru Budi Hartono.

Namun ketika ditanya apakah dirinya siap bila nanti ditunjuk menjadi Pj Gubernur DKI menggantikan Anies Baswedan, Heru menegaskan dirinya belum mempunyai pemikiran ke arah sana. “Aduh, belum kepikiran ke arah sana,” tukas Heru Budi Hartono.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebutkan pihaknya sedang melakukan penjaringan kandidat Penjabat Gubernur untuk Provinsi DKI Jakarta dan Aceh. Karena kepala daerah dua provinsi ini akan berakhir masa jabatannya pada tahun ini, yaitu Gubernur Aceh Nova Iriansyah (5 Juli 2022) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (16 Oktober 2022).

Untuk DKI, Tito mengharapkan, sebulan sebelum berakhirnya masa jabatan Anies Baswedan, Kemendagri sudah akan mengusulkan nama-nama calon penjabat gubernur ke Presiden Jokowi.

Ketika ditanya kriteria Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Tito menegaskan kriteria sama dengan pemilihan penjabat gubernur yang dilakukan selama ini dan sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku.

“Dia harus seorang pejabat pimpinan tinggi madya, jadi dia eselon satu. Kita masih dalam tahap menerima masukan. Apakah yang bersangkutan ada masalah atau tidak. Kita profiling, apakah ada potensi kasus tau tidak,” ungkap Tito Karnavian.

Seperti diketahui, Tito Karnavian hari ini telah melantik 5 penjabat (Pj) Kepala daerah, untuk provinsi Banten, Gorontalo, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Barat, dan provinsi Papua Barat. Pelantikan dilakukan, menyusul berakhirnya masa jabatan Gubernur lima provinsi tersebut pada pertengahan Mei 2022.

Pada 2022, sebanyak 101 kepala daerah akan habis masa jabatannya. Dari jumlah tersebut, 49 kepala daerah diantaranya, akan berakhir masa jabatannya pada bulan ini (Mei 2022). Lima diantaranya merupakan gubernur. Yakni, Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar Anwar, dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Sementara ada 2 gubernur yang berakhir masa jabatannya pada Juli 2022 yaitu Gubernur Aceh, sementara pada Oktober 2022 adalah Gubernur DKI Jakarta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI