Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Belarusia Desak Aliansi Militer CSTO Bersatu Lawan Barat

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Dari kiri, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Kirgistan Sadyr Japarov, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dan Presiden Tajikistan Emomali Rakhmon memasuki aula sebelum pertemuan para pemimpin Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) negara anggota di Kremlin, Moskwa, Rusia pada Senin 16 Mei 2022.

Moskwa, Beritasatu.com- Belarusia mendesak aliansi militer CSTO pimpinan Rusia untuk bersatu melawan Barat. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (16/5/2022), Alexander Lukashenko, sekutu utama Moskwa, menuduh Barat mendukung gagasan Nazi dan berperang dengan Rusia di Ukraina.

Berbicara pada pertemuan puncak para pemimpin Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) di Moskwa, Lukashenko mengatakan "sanksi neraka" terhadap negaranya dan Rusia dapat dihindari jika kelompok itu berbicara dengan satu suara.

“Tanpa front persatuan, Barat kolektif akan membangun tekanan di ruang pasca-Soviet,” kata Lukashenko, berbicara kepada Presiden Putin dan para pemimpin Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan.

Sanksi yang dikenakan pada Belarusia telah memblokir ekspor tahunan senilai US$16 miliar (Rp 234 triliun)-US$ 18 miliar (Rp 263 triliun) ke Barat, kantor berita negara Belta mengutip pernyataan Perdana Menteri Belarusia Roman Golovchenko pada Minggu malam.

“Karena sanksi, hampir semua ekspor Belarusia ke negara-negara Uni Eropa dan Amerika Utara telah diblokir,” keluh Golovchenko, menurut transkrip wawancara dengan televisi Al Arabiya yang berbasis di Dubai dan diterbitkan oleh Belta.

Lukashenko sebelumnya bersikeras bahwa Minsk harus terlibat dalam negosiasi untuk menyelesaikan konflik di Ukraina, menambahkan bahwa negaranya telah secara tidak adil dicap sebagai "kaki tangan agresor".

Pemimpin berusia 67 tahun, yang telah memerintah Belarusia dengan tangan besi sejak 1994, juga menuduh Barat mendukung ide-ide Nazi dan "berperang dengan Rusia" di Ukraina.

“Para pengikut Nazi terobsesi dengan gagasan balas dendam, tetapi mereka tidak siap untuk berperang secara terbuka melawan ahli waris rakyat Soviet,” kata Lukashenko pada pidato di Hari Kemenangan, hari libur tahunan di Rusia dan negara-negara bekas Soviet lainnya. untuk menandai kekalahan Nazi Jerman pada tahun 1945.

“Itulah sebabnya mereka membanjiri Ukraina dengan senjata, mengobarkan perang pada peringatan, simbol, dan veteran,” katanya.

Ketika Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, tentara Moskwa masuk dari Belarusia, serta dari wilayahnya sendiri dan dari Krimea yang dianeksasi. Lukashenko berpendapat bahwa Belarusia bukanlah agresor tetapi sekutu dan mitra strategis Rusia.

“Tidak ada orang di luar negeri yang peduli bahwa tentara Belarusia tidak terlibat dalam pertempuran itu,” katanya, seraya menambahkan bahwa “upaya untuk mencekik” Belarusia “hanya akan membuatnya lebih kuat”.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI