Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Smart Aviation Siap Bantu Pemerintah Modifikasi Cuaca

Selasa, 17 Mei 2022 | 20:19 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CAH
Smart Aviation untuk membantu pemerintah untuk melakukan modifikasi cuaca melalui teknologi (TMC) yang mereka miliki.

Jakarta, Beritasatu.com - Smart Aviation siap membantu pemerintah untuk melakukan modifikasi cuaca melalui teknologi (TMC) yang mereka miliki. Hal ini mengingat Indonesia akan memasuki musim kemarau yang diperkirakan mulai terjadi bulan Juni mendatang.

Modifikasi cuaca diperlukan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

"Kita punya lahan gambut di Kalimantan dan Sumatera yang sangat rentan terjadi kebakaran hutan tiap tahunnya saat musim kemarau. Karena itu diperlukan teknologi modifikasi cuaca untuk memperbanyak dan mempercepat terjadinya hujan. Smart Cakrawala Aviation ingin berkontribusi dalam hal tersebut, dengan mengoperasikan teknologi modifikasi cuaca berbasis flare dengan mempersiapkan empat pesawat jenis Cessna C208 Caravan yang sudah dimodifikasi dan bersertifikasi oleh DGCA (Directorate General of Civil Aviation)," tutur Pongky Majaya, CEO Smart Aviation dalam keterangan persnya, Selasa (17/5/2022).

Ditambahkannya, TMC berbasis flare merupakan teknik terkini dalam penyemaian awan (cloud seeding) dimana pelepasan partikel yang bersifat hygroscopis ke dalam awan dilakukan dengan cara suar atau kembang api (flare). Bahan semai yang bersifat hygroscopic dihantarkan ke dalam awan awan konvectif untuk merangsang pertumbuhan awan agar menjadi hujan.

Dikatakan Pingky, setiap 1 tabung flare berbanding sama dengan 700kg bahan semai konvensional. Dalam sekali penerbangan jumlah flare yang bisa dioperasikan sebanyak 24 tabung. Teknologi flare juga lebih ramah lingkungan dikarenakan bahan semai bersifat hygroscopis dapat langsung terserap seluruhnya oleh awan target tanpa ada residu yang akan jatuh kembali ke permukaan bumi.

Sedangkan CEO PT Dinamika Aviasi Indonesia, Edi Supriadi menjelaskan pesawat yang dipersiapkan pihak Smart Aviation sudah melewati serangkaian tes yang meliputi aspek keselamatan pesawat (safety), struktur pesawat, weight and balance dari PT Dinamika Aviasi Indonesia sebelum lepas landas.

"Bahan semai yang terpasang di pesawat Cessna Caravan 208 ini cukup efisien dan cukup mudah bongkar-pasangnya. Ini yang pertama di Indonesia. Alat ini tidak memiliki interface di pesawat karena punya bentuk yang portabel. Segi elektrikalnya juga terpisah (menggunakan baterai)," tandasnya.

Diketahui bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca berbasis flare juga bermanfaat untuk peningkatan inflow di danau atau waduk Pembangkitan Listrik Tenaga Air (PLTA), penyediaan air di berbagai wilayah irigasi dan wilayah pertanian tadah hujan, pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS), Danau dan Waduk PLTA.

Selain itu juga bisa juga untuk mengurangi hujan di wilayah yang rentan banjir dengan cara menjatuhkan awan berpotensi hujan sebelum memasuki wilayah rawan banjir.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI