Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

PKS Dukung Larangan Terdakwa Sidang Pakai Atribut Keagamaan

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:54 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FMB
Terdakwa M Kace duduk mengikuti sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, di Pengadilan Negeri Ciamis, Jawa Barat, Kamis 24 Februari 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil mengapresiasi rencana Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin akan menerbitkan surat edaran terkait pelarangan kepada terdakwa yang mendadak menggunakan atribut keagamaan saat menjalani persidangan. Nasir pun mendorong Jaksa Agung segera menerbitkan aturan tersebut.

"Saya acungkan jempol buat Pak Jaksa Agung untuk hal ini. Karenanya, segera diterbitkan peraturan Jaksa Agung soal larangan atribut keagamaan bagi terdakwa," kata Nasir Djamil kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Nasir mengaku heran dengan fenomena terdakwa yang tiba-tiba menggunakan atribut keagamaan dalam menjalani persidangan. Menurut dia, pakaian keagamaan yang dipakai secara tiba-tiba menyudutkan agama.

"Secara pribadi, saya juga heran, kok terdakwa kadang menggunakan atribut agama Islam seperti kopiah haji, baju koko, kerudung, atau pakaian abaya serta memakai cadar saat menjalani persidangan. Tentu saja, atribut ini menyudutkan umat Islam," tandas Nasir.

Nasir mengingatkan agar atribut keagamaan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi yang seolah-olah bertaubat dari perbuatan jahat. Menurut dia, inisiatif Jaksa Agung patut diapresiasi dan segera direalisasikan.

"Ada kesan seolah-olah atribut keagamaan itu 'dipaksakan' atau 'dimanfaatkan' untuk kepentingan pribadi atau seolah-olah sudah 'bertobat' dari kejahatan yang dilakukan oleh terdakwa tersebut," pungkas Nasir.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin berencana menerbitkan edaran ke seluruh jajarannya terkait larangan seluruh terdakwa yang mendadak menggunakan atribut keagamaan saat menjalani persidangan. Pasalnya, Jaksa Agung mengaku geram melihat terdakwa yang secara mendadak menggunakan atribut keagamaan.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) Ketut Sumedana menyatakan, surat edaran tersebut diharapkan dapat menghindari kesan bahwa tindak pidana hanya dilakukan oleh suatu pemilik agama tertentu.

"Seolah-olah alim pada saat disidangkan, kami nanti samakan semua. Yang penting berpakaian sopan di depan persidangan," ungkap Ketut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI