Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Muhammadiyah Sesalkan Keputusan Singapura Tolak UAS

Rabu, 18 Mei 2022 | 16:48 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Ustaz Abdul Somad.

Jakarta, Beritasatu.com - Muhammadiyah sangat menyesalkan tindakan Pemerintah Singapura yang melarang Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk masuk ke negara tersebut. Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas.

“Untuk itu, Muhammadiyah meminta Pemerintah Singapura agar bisa menjelaskan dengan sejelas-jelasnya kepada rakyat Indonesia tentang apa yang telah menjadi penyebab sehingga Pemerintah Singapura menetapkan not to land atau tidak boleh mendarat kepada UAS dan mendeportasinya,” ucapnya dalam keterangan pers tertulis, Rabu (18/5/2022).

Anwar menuturkan Pemerintah Singapura harus menjelaskan kriteria dan atau persyaratan apa saja yang tidak bisa dipenuhi atau yang telah terlanggar oleh UAS, sehingga menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa berkunjung ke Singapura.

“Ini penting dijelaskan oleh Pemerintah Singapura agar tidak merusak hubungan baik di antara kedua negara yang telah terbangun selama ini,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ustaz Abdul Somad atau UAS mengaku dideportasi dari Singapura. Hal itu disampaikan UAS melalui akun Youtube Hai Guys Official berjudul Viral Singapura Deportasi UAS.

"Info saya dideportasi dari Singapura itu sahih, betul, bukan hoax," kata UAS yang dikutip dari tayangan tersebut, Selasa.

Ustaz Abdul Somad menuturkan berangkat ke Singapura dari Batam pada Senin (16/5/2022) dalam rangka liburan bersama kawannya yang masing-masing mengajak keluarga. Saat itu, Ustaz Abdul Somad tiba di Pelabuhan Tanah Merah Singapura sekitar pukul 01.30 WIB.

"Sampai di Pelabuhan Tanah Merah jam 1.30 waktu Indonesia, karena jam tidak saya ubah, saya cinta NKRI," tuturnya.

Namun, setibanya di Pelabuhan Tanah Merah, UAS tidak dapat masuk Singapura. Ustaz Abdul Somad dan rombongan kemudian meninggalkan Singapura pukul 18.10 waktu setempat.

UAS menyebut hingga kini belum mengetahui alasannya dideportasi dari Singapura. Dia meminta Kedutaan Besar Singapura di Indonesia untuk memberikan penjelasan terkait hal itu.

"Kenapa, apakah karena teroris? Apakah karena ISIS? apakah karena bawa narkoba, itu mesti dijelaskan," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI