Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Polusi Penyebab 1 dari 6 Kematian di Dunia pada 2019

Rabu, 18 Mei 2022 | 17:06 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Kondisi lalu lintas di jalan raya yang padat di bawah kondisi kabut asap tebal di New Delhi pada 12 November 2021.

New Delhi, Beritasatu.com - Polusi menyebabkan satu dari enam kematian di seluruh dunia pada 2019, sebuah studi baru mengungkapkan, lebih dari korban global tahunan untuk perang, malaria, HIV, TBC, obat-obatan atau alkohol.

Studi yang diterbitkan Selasa (17/5/2022) oleh Komisi Lancet tentang polusi dan kesehatan, menemukan polusi membunuh 9 juta orang setiap tahun, di mana hampir tiga perempat dari jumlah tersebut disebabkan menghirup udara yang berbahaya.

Menurut penelitian tersebut, kematian yang disebabkan oleh polusi udara dan polusi bahan kimia beracun meningkat sebesar 66% selama dua dekade terakhir, didorong oleh urbanisasi yang tidak terkendali, pertumbuhan populasi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

"Dampak polusi terhadap kesehatan tetap besar, dan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah menanggung beban terberat dari beban ini," kata Richard Fuller, penulis utama studi tersebut.

"Meskipun dampak kesehatan, sosial dan ekonominya sangat besar, pencegahan polusi sebagian besar diabaikan dalam agenda pembangunan internasional."

Setelah polusi udara, polusi air adalah ancaman paling fatal berikutnya, menyebabkan 1,36 juta kematian dini pada 2019. Polusi timbal adalah yang berikutnya, diikuti oleh "bekerja di lingkungan beracun."

Studi ini didasari pada laporan tahun 2015 oleh komisi yang sama, berdasarkan data dari Global Burden of Disease Study, sebuah upaya kolaboratif internasional yang berbasis di Institute for Health Metrics and Evaluation.

Lebih dari 90% kematian akibat polusi terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang tidak dapat menjadikan polusi sebagai prioritas untuk ditangani, seperti India dan Nigeria, menurut penelitian tersebut. Sementara itu, negara-negara berpenghasilan tinggi telah mengendalikan "bentuk polusi terburuk," kata studi tersebut.

India mencatat jumlah kematian terkait polusi udara terbesar pada 2019, dengan lebih dari 1,6 juta orang tewas di negara berpenduduk 1,3 miliar itu, menurut penelitian tersebut.

Tingkat polusi di hampir seluruh India jauh di atas pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tambahnya, yang memaksa jutaan orang menghirup udara beracun setiap hari.

Tahun lalu, enam dari 10 kota paling tercemar di dunia berada di India, menurut jaringan pemantauan IQAir. Udara yang buruk dapat mengurangi harapan hidup ratusan juta orang India hingga sembilan tahun, menurut sebuah studi baru-baru ini oleh Institut Kebijakan Energi di Universitas Chicago.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNN


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI