Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Naik, Dugaan Hepatitis Akut Bertambah Jadi 14 Kasus

Rabu, 18 Mei 2022 | 17:08 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril usai konferensi pers terkait "Update Hepatitis Akut” di gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu 18 Mei 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Dugaan kasus hepatitis per tanggal 17 Mei 2022 bertambah 14 kasus, terdiri dari 1 kasus probable dan 13 kasus pending classification.

Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril mengatakan bahwa terdapat satu kasus probable pemeriksaan hepatitis A, B, C, dan E non reaktif dan patogen lainnya pun negatif. Sedangkan 13 kasus pending classification tersebut satu kasus di Sumatera Utara, satu kasus di Sumatera Barat, 7 kasus di DKI Jakarta, 1 kasus di Jambi, dan 3 kasus di Jawa Timur.

"Ini perubahan jumlah kasus dari hari sebelumnya tanggal 15 atau 16 Mei itu ada pengurangan kasus di probable. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan terakhir dia sepsis bakteri, sehingga dia kasusnya discarded," kata Syahril pada konferensi pers terkait “Update Hepatitis Akut” di gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Syahril menuturkan dari 18 kasus dugaan hepatitis akut tersebut, kelompok umur kasus terbanyak adalah di bawah 5 tahun ada 7 kasus, 6 sampai 10 tahun ada 2 kasus, dan 11-16 tahun ada 5 kasus. Selain itu, dari 14 kasus dugaan hepatitis akut terdapat 6 kasus meninggal, 4 kasus masih dirawat, dan 4 kasus sudah dipulangkan.

Dikatakan Syahril, sejauh ini upaya yang dilakukan melalui surveilans, analisa patogen menggunakan Whole Genome Sequencing (WGS). Pasalnya, dengan menggunakan WGS ini nanti akan terlihat varian virus yang muncul. Kemudian pelaporan dengan new all record (NAR).

"Kemudian upaya terapeutik kita sudah menyusun pedoman tata laksana kasus hepatitis ini bersama IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan juga komite ahli yang telah dibentuk oleh Kemenkes," ucap Syahril.

Syahril juga menjelaskan bahwa pada tanggal 13 Mei 2022 telah diterbitkan keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes tentang tata laksana hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes telah menunjuk laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk menerima seluruh rujukan sampel untuk pasien-pasien yang diduga hepatitis.

"Di laboratorium nasional ini telah dipersiapkan ketersediaan reagen atau KIT-nya untuk deteksi hepatitis, baik reagen metagenomik atau WGS maupun reagen PCR, baik panel respiratori maupun gastrointestinal," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI