Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Penolakan Singapura terhadap UAS, Begini Respons NU

Rabu, 18 Mei 2022 | 22:56 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Ustaz Abdul Somad didampingi pengurus MUI memberikan keterangan kepada wartawan saat memenuhi undangan MUI di Jakarta, Rabu 21 Agustus 2019.

Jakarta, Beritasatu.com - Keputusan Singapura menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) atau not to land mendapatkan tanggapan dari NU. Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi atau sering disapa Gus Fahrur keputusan dari Singapura tersebut adalah hak dan wewenang dari pemerintahan mereka.

Hal itu dikemukakan Gus Fahrur merespons pernyataan Kementerian Dalam Negeri Singapura menyatakan Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk Singapura karena dikenal menyebarkan ajaran "ekstremis dan segregasi (pemisahan golongan)", yang "tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama di negara itu.

“Ya itu sepenuhnya hak dan wewenang Pemerintah Singapura untuk menolak atau menerima pengunjung dari luar berdasarkan standar penilaian mereka terhadap media (sosial) yang ada. Pernah beredar video lama tentang hal tersebut,” kata Gus Fahrur saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (18/5/2022).

Menurut Gus Fahrur, Pemerintah Singapura mempertimbangkan video-video ceramah UAS yang beredar di media sosial beberapa tahun yang lalu. Pasalnya, ia menilai untuk saat ini ceramah UAS sudah mulai normal, yakni tidak menyebar ekstremis dan segregasi.

“Saya melihat video yang terakhir saat ini sebenarnya sudah normal saja. Mungkin beliau sudah mendapatkan banyak masukan dari para ulama dan sudah sering silaturahim kepada kiai-kiai NU,” ucapnya.

Ke depannya, Gus Fahrur berharap tidak ada lagi hal kejadian serupa. Dalam hal ini, ia berharap semua penceramah berkewajiban menjaga NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Pasalnya, ajaran Islam seharusnya membawa perdamaian dan tidak boleh ada ajaran kebencian, ekstremis atau radikal.

Apalagi di era teknologi ini, kata Gus Fahrur sebagai juru dakwah Islam semestinya berhati-hati dalam memberikan ceramah karena jejak digital sulit dihapuskan.

“Agar tidak terjadi apa-apa di kemudian hari, kebaikan harus disampaikan dengan cara yang baik. Apalagi saat ini konten media sosial gampang diedit dan dipotong sepihak. Lalu di-share membuat kegaduhan,” ucapnya.

Pada kesempatan sama, Gus Fahrur menuturkan sejatinya UAS adalah orang alim dan punya selera humor cerdas. Untuk itu, Gus Fahrur berpesan agar UAS yang memiliki banyak penggemar dapat memberi ceramah dengan penyampaian yang lebih sejuk.

“UAS masih muda dan mempunyai banyak penggemar dengan ilmunya yang luas dan penyampaian yang lebih sejuk, dia akan sangat bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI