Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Suap Izin Alfamidi, Kediaman Wali Kota Ambon Digeledah KPK

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:03 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / WM
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy yang dijemput paksa tim penyidik KPK tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 13 Mei 2022.

Kediaman Wali Kota Ambon Digeledah KPK

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan upaya penggeledahan paksa pada sejumlah lokasi terkait kasus dugaan suap izin pembangunan Alfamidi yang menjerat Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. Salah satu lokasi yang digeledah yakni kediaman dari Richard.

Tidak hanya kediaman Richard, penggeledahan kali ini juga menyasar ke sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada Pemkot Ambon.

"Hari ini, upaya paksa penggeledahan masih dilakukan tim penyidik yang berlokasi di beberapa SKPD Pemkot Ambon dan rumah kediaman dari pihak-pihak terkait," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Kamis (19/5/2022).

Ali belum mengungkapkan temuan apa saja yang telah diamankan KPK melalui penggeledahan tersebut. Hal itu mengingat upaya penggeledahan masih berlangsung.

"Perkembangan dari kegiatan akan kami sampaikan kembali," ungkap Ali.

Diberitakan, Richard saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK dalam kasus dugaan suap soal persetujuan izin prinsip pembangunan cabang Alfamidi pada 2020 di Kota Ambon. Ada dua orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka yakni staf tata usaha pimpinan pada Pemkot Ambon, Andrew Erin Hehanusa dan perwakilan Alfamidi, Amri.

Dalam kasus ini, KPK menduga Richard menerima suap terkait izin pembangunan cabang Alfamidi di Kota Ambon. Amri aktif berkomunikasi hingga bertemu dengan Richard agar proses perizinan Alfamidi bisa segera disetujui dan diterbitkan. Atas permintaan itu, Richard memerintahkan kepala dinas PUPR Pemkot Ambon untuk memproses dan menerbitkan berbagai permohonan izin, di antaranya surat izin tempat usaha (SITU), dan surat izin usaha perdagangan (SIUP).

Untuk setiap dokumen izin yang disetujui dan diterbitkan dimaksud, Richard Louhenapessy meminta agar Amri menyerahkan uang dengan minimal nominal Rp 25 juta menggunakan rekening bank milik Andrew. Tak hanya itu, Richard juga diduga menerima suap sekitar Rp 500 juta dari Amri terkait persetujuan pembangunan untuk 20 gerai Alfamidi di Kota Ambon.

Selain suap, KPK pun menduga Richard juga menerima gratifikasi dari sejumlah pihak. Namun, hal itu masih didalami tim penyidik.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI