Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Menkominfo Dorong Kampus Penuhi Kebutuhan Talenta Digital

Jumat, 20 Mei 2022 | 00:11 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan kerja sama dan kontribusi dari dunia perguruan tinggi dalam menyiapkan kebutuhan talenta digital nasional sangat dibutuhkan. Menurut Johnny, pemerintah akan terus berupaya menghadirkan konektivitas digital yang bermanfaat untuk masyarakat sekaligus membangun talenta digital.

“Saya mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan usaha pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo untuk memastikan penggelaran infrastruktur yang merata di Indonesia, sekaligus untuk menyiapkan talenta digital Indonesia di semua tingkatan keahlian baik digital basic skills, digital intermediate skills, dan digital advance skills untuk memenuhi kebutuhan talenta digital Indonesia,” ujar Johnny usai memberikan keynote speech dalam program Digital Expert Talk ke-10 di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (18/05/2022).

Menurut Johnny, Kementerian Kominfo dan Universitas Gadjah Mada telah lama bekerja sama dalam mengisi dan menyiapkan program pengembangan kapasitas talenta digital khususnya di lingkungan perguruan tinggi.

“Saya berterima kasih kepada rektor, para ahli, akademisi Universitas Gadjah Mada yang telah memberikan kontribusi dan bekerjasama dengan Kementerian Kominfo untuk mengisi kebutuhan talenta digital di Indonesia,” ungkapnya.

Mengenai Digital Expert Talk yang mengangkat topik yang berkaitan dengan metaverse, Johnny menilai adopsi teknologi baru itu telah dilakukan di banyak negara di dunia seperti Tiongkok, Korea Selatan, Barbados. Namun, Johnny mengingatkan hal yang perlu diperhatikan tidak saja mengadopsi teknologi metaverse, melainkan juga menyiapkan talenta digital untuk memberikan dukungan yang kuat.

“Di Indonesia pun demikian, suatu keniscayaan bahwa Indonesia harus menyiapkan pemanfaatan teknologi metaverse, saat di mana kita di Indonesia juga menggelar secara masif infrastruktur hulu digital, baik fiber optik, backbone, fiber link, microwave link, maupun high troughput satellite dengan kapasitas yang besar, dan pembangunan base transceiver station yang dibangun di wilayah 3T dan non-3T untuk menghadirkan internet di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia,” jelas dia.

Dengan ketersediaan infrastruktur TIK yang lebih memadai, dia berharap ruang-ruang digital khususnya ekonomi digital dapat dimanfaatkan dan digunakan secara maksimal dan optimal. Untuk itu, Johnny mengajak UGM berkolaborasi untuk menghasilkan talenta-talenta digital Indonesia yang dibutuhkan Indonesia pada masa kini dan masa depan.

Menurut Johnny, adopsi teknologi metaverse tengah berlangsung di Asia Tenggara seperti Vietnam, Singapura dan Thailand yang telah melakukan persiapan pengembangan. Di Indonesia juga telah dilakukan persiapan, termasuk sektor privat.

“Kita tentu akan terus mendorong agar adopsi teknologi metaverse berkembang baik di Indonesia. Saat ini tentu kita harapkan bahwa itu harus sejalan dengan pengembangan metaverse,” tegasnya.

Dia menegaskan perkembangan dunia digital harus sejalan dengan regulasi di Indonesia, bahkan termasuk sejalan dengan etika dan moral, tidak menabrak nilai-nilai kultural dan nilai-nilai religiusitas.

“Jadi kita memberikan dukungan agar pemanfaatan metaverse untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi masa depan Indonesia, untuk pemanfaatan ruang digital yang bermanfaat bagi perekonomian Indonesia,” kata Johnny.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI