Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

6 Tahun Jadi Tersangka, Eks Dirjen Hortikultura Kementan Ditahan KPK

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:36 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto dalam konferensi pers penahanan mantan Dirjen Hortikultura Kementan, Hasanuddin Ibrahim terkait kasus dugaan korupsi pupuk hayati tahun 2013 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 20 Mei 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Hasanuddin Ibrahim, Jumat (20/5/2022). Hasanuddin ditahan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan fasilitas sarana budi daya pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) atau pupuk hayati di Kementerian Pertanian pada 2013. Hasanuddin Ibrahim sendiri telah menyandang status tersangka kasus tersebut sejak 2016 atau enam tahun lalu.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto mengatakan, Hasanuddin ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK untuk 20 hari pertama. Dengan demikian, Hasanuddin setidaknya bakal mendekam di sel tahanan hingga 8 Juni 2022.

"Untuk kepentingan penyidikan, dilakukan upaya paksa penahanan oleh tim penyidik untuk 20 hari ke pertama terhadap Tersangka HI (Hasanuddin Ibrahim) terhitung mulai tanggal 20 Mei 2022 sampai dengan 8 Juni 2022 2021 di Rutan KPK pada gedung Merah Putih," kata Karyoto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta.

Dalam kasus ini, selain Hasanuddin yang juga mantan staf ahli menteri pertanian bidang perdagangan dan hubungan internasional, KPK juga menjerat mantan PPK Satker Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Eko Mardiyanto, dan petinggi PT Hidayah Nur Wahana, Sutrisno.

Namun, Eko Mardiantyo telah divonis 6 tahun penjara dan pidana denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, sementara Sutrisno divonis 7 tahun penjara.

Hasanuddin bersama-sama Eko Mardiyanto dan Sutrisno telah menggelembungkan harga pengadaan pupuk hayati yang akan disalurkan kepada para petani. Dari nilai kontrak pengadaan sekitar Rp 18,6 miliar, ketiganya telah merugikan keuangan negara lebih dari Rp 12,9 miliar.

Atas perbuatan tersebut, Hasanuddin Ibrahim dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI