Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Semangat Kebangkitan Nasional Sejalan dengan Presidensi G-20 Indonesia

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:27 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM
Johnny Plate.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menilai semangat dan cita-cita kebangkitan nasional sejalan dengan Presidensi G-20 Indonesia. Tiga nilai yang diletakkan oleh Boedi Oetomo dalam kebangkitan nasional masih relevan untuk saat ini, yakni nilai kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa, serta mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia.

"Semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini. Semangat cita-cita kebangkitan nasional tersebut sejalan dengan gelaran Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang tahun ini dipimpin oleh Indonesia," ujar Johnny saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2022 yang berlangsung secara hibrida dari halaman Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2022).

Johnny mengatakan, pada Presidensi G-20 tahun ini, Indonesia mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger". "Dengan tema itu, tujuannya dapat memberikan spirit baru dalam mewujudkan tatanan dunia yang dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran yang inklusif, serta menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan," kata dia.

Pertemuan G-20 yang dipimpin oleh Indonesia tahun ini, kata dia, mengusung tiga isu prioritas, yaitu arsitektur kesehatan global yang inklusif, transformasi berbasis digital dan transisi energi berkelanjutan. Johnny berharap kolaborasi negara-negara G-20 bisa memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

"Indonesia terus mendorong negara-negara anggota G-20 untuk melakukan aksi-aksi nyata dan siap berkolaborasi serta menggalang kekuatan, sehingga masyarakat dunia dan kemanusiaan dapat merasakan dampak nyata dari kerja sama ini," tuturnya

Johnny mengajak seluruh elemen bangsa kembali memahami esensi sejarah kebangkitan nasional. Menurut dia, hari lahir perkumpulan Boedi Oetomo ditetapkan Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1948 sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme Indonesia. Penetapan itu merupakan upaya pemimpin bangsa dalam mencegah ancaman perpecahan antar golongan dan ideologi di tengah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan bangsa.

"Kita telaah sisi historis di balik peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Di masa itu, terdapat ancaman perpecahan antar golongan dan ideologi di tengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin kembali berkuasa. Kelahiran Boedi Oetomo mempelopori terciptanya organisasi pergerakan di masa selanjutnya seperti Indische Partij, Perhimpunan Indonesia dan Muhammadiyah," jelasnya.

Johnny menyatakan, semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa. Boedi Utomo adalah organisasi yang menyatukan pergerakan di Indonesia dari yang bersifat kedaerahan menjadi nasional dengan tujuan akhir kemerdekaan.

Menkominfo menyatakan Boedi Oetomo yang didirikan Dr Sutomo beserta para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) pada tahun 1908, juga memiliki tujuan mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain di dunia.

"Boedi Oetomo merupakan organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional dan modern dalam sejarah pergerakan kemerdekaan. Tujuan didirikannya Boedi Oetomo yang tercetus dalam kongres pertamanya ialah untuk menjamin kehidupan sebagai bangsa yang terhormat dengan fokus pergerakan di bidang pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI