Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Wabah Cacar Monyet, AS Beli Jutaan Dosis Vaksin

Sabtu, 21 Mei 2022 | 08:50 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Ilustrasi penyakit cacar monyet.

Washington, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) membeli jutaan dosis vaksin untuk virus berbahaya saat wabah cacar monyet melanda. Seperti dilaporkan RT, Jumat (20/5/2022), para pejabat telah bergegas untuk mengamankan vaksin karena kasus virus cacar monyet yang langka terus muncul di AS dan Eropa.

Otoritas kesehatan AS telah menandatangani kesepakatan senilai US$ 119 juta (Rp 1,74 triliun) dalam dosis vaksin terhadap virus monkeypox, setelah seorang pria Massachusetts didiagnosis dengan penyakit langka namun berpotensi serius awal pekan ini.

Otoritas Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan (BARDA) – satu lembaga pemerintah yang didedikasikan untuk memerangi pandemi dan bioterorisme – menandatangani kontrak jutaan dolar dengan perusahaan farmasi Denmark Bavarian Nordic pada Rabu.

Kesepakatan US$ 119 juta adalah satu dari serangkaian opsi kontrak yang pada akhirnya dapat mencapai nilai total US$ 299 juta (Rp 4,38 triliun) jika dilakukan, dengan imbalan sekitar 13 juta dosis beku-kering vaksin Jynneos. Awalnya dibuat untuk cacar, tetapi disetujui untuk digunakan melawan cacar monyet oleh Food and Drug Administration (FDA) pada 2019, hanya beberapa bulan sebelum kasus pertama Covid-19 terdeteksi di Tiongkok.

Menurut Bavarian Nordic, pengiriman awal untuk vaksin Jynneos tidak akan datang sampai 2023. Perusahaan mencatat bahwa 13 juta dosis penuh diperkirakan akan siap antara tahun 2024 dan 2025 jika BARDA setuju untuk memperpanjang kontrak.

Kasus cacar monyet pertama di AS dikonfirmasi pada Rabu (18/5) pada seorang pria yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Kanada. Pejabat kesehatan federal sejak itu mengatakan mereka memantau enam orang lainnya setelah mereka berada di dekat seorang pelancong yang terinfeksi selama penerbangan dari Nigeria ke Inggris awal bulan ini, sementara kemungkinan kasus lain sedang diselidiki oleh Departemen Kesehatan Kota New York.

Sejumlah infeksi yang dicurigai atau dikonfirmasi juga telah diamati di Inggris, Kanada, Spanyol, Portugal, Italia, dan Swedia dalam beberapa pekan terakhir. Australia baru saja mendeteksi kasus pertamanya.

Pada Kamis (19/5), Bavarian Nordic mengumumkan bahwa mereka juga telah mencapai kesepakatan dengan "negara Eropa yang dirahasiakan" untuk vaksin cacar penggunaan ganda yang sama - meskipun ditawarkan dengan merek yang berbeda - "sebagai tanggapan terhadap kasus baru cacar monyet."

Perusahaan tidak merinci berapa banyak dosis yang akan diperoleh atau memberikan label harga keseluruhan untuk kontrak tersebut.

Selain vaksin, pemerintah AS juga bergerak untuk membeli dosis tecovirimat, pengobatan antivirus standar untuk cacar monyet, dengan Departemen Pertahanan menandatangani kontrak US$7,5 juta (Rp 110 miliar) untuk obat tersebut dengan perusahaan farmasi Amerika SIGA Technologies minggu lalu.

Bentuk intravena dari antivirus yang sama menerima persetujuan FDA untuk pengobatan cacar pada Kamis. Meskipun demikian, SIGA menyatakan versi IV juga "dikutip dalam permintaan anggaran presiden AS baru-baru ini sebagai digunakan untuk merawat pasien di AS dengan cacar monyet."



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI