Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Badai Pasir Picu Risiko Serius bagi Kesehatan Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:10 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Para relawan membersihkan tempat suci Imam Ali selama badai pasir di kota suci Najaf Irak pada Senin 16 Mei 2022

Paris, Beritasatu.com- Badai pasir menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia akibat debu di udara. Seperti dilaporkan AFP, Jumat (20//2022), badai pasir telah melanda Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir, dan menjadi fenomena yang para ahli peringatkan dapat berkembang luas karena perubahan iklim.

Setidaknya 4.000 orang pergi ke rumah sakit pada Senin (16/5) karena masalah pernapasan di Irak saat delapan badai pasir telah menyelimuti negara itu sejak pertengahan April.

Korban badai pasir di atas lebih dari 5.000 yang dirawat di rumah sakit Irak karena penyakit pernapasan serupa awal bulan ini.

Fenomena tersebut juga telah mencekik Iran, Kuwait, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan lebih ditakuti dalam beberapa hari mendatang. Angin kencang mengangkat pasir dan debu dalam jumlah besar ke atmosfer, yang kemudian dapat menempuh jarak ratusan, bahkan ribuan kilometer.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan badai pasir telah memengaruhi total 150 negara dan wilayah, berdampak buruk pada lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

“Ini adalah fenomena lokal dan global, dengan intensitas yang lebih kuat di daerah asalnya,” kata Carlos Perez Garcia-Pando, pakar badai pasir dan debu di Barcelona Supercomputing Center dan Catalan Institution for Research and Advanced Studies.

Badai berasal dari daerah kering atau semi-kering di Afrika Utara, Semenanjung Arab, Asia Tengah dan Tiongkok. Daerah lain yang kurang terkena dampak termasuk Australia, Amerika dan Afrika Selatan.

Badan PBB WMO telah memperingatkan "risiko serius" yang ditimbulkan oleh debu di udara. Partikel debu halus dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti asma dan penyakit kardiovaskular, dan juga menyebarkan bakteri dan virus serta pestisida dan racun lainnya.

"Ukuran partikel debu adalah penentu utama potensi bahaya bagi kesehatan manusia," kata WMO.

Partikel-partikel kecil yang berukuran lebih kecil dari 10 mikrometer seringkali dapat terperangkap di hidung, mulut, dan saluran pernapasan bagian atas, sehingga dikaitkan dengan gangguan pernapasan seperti asma dan pneumonia.

Orang yang paling berisiko adalah yang tertua dan termuda serta mereka yang berjuang dengan masalah pernapasan dan jantung.Warga yang paling terpengaruh adalah penduduk di negara-negara yang sering dilanda badai pasir, tidak seperti di Eropa di mana debu yang berasal dari Sahara jarang terjadi, seperti insiden di bulan Maret.

Tergantung pada cuaca dan kondisi iklim, debu pasir dapat tetap berada di atmosfer selama beberapa hari dan menempuh jarak yang sangat jauh, terkadang membawa bakteri, serbuk sari, jamur, dan virus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI