Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Guru Honorer Lolos Seleksi P3K Belum Dapat SK Jadi Sorotan

Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:05 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Prof Unifah Rosyidi.

Jakarta, Beritasatu.com - Guru honorer yang berhasil lulus seleksi tes P3K tetapi belum mendapatkan surat keputusan (SK) menjadi sorotan PGRI. Diketahui, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Prof Unifah Rosyidi kembali menyoroti kesejahteraan guru. Dalam hal ini, terkait dengan 160.000 guru honorer yang telah lulus seleksi tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) hingga saat ini baru 90.000 atau 65% yang telah mendapatkan surat keputusan (SK) sebagai P3K.

“Dari 193.000 guru yang lulus passing gradesampai saat ini belum jelas formasinya. Padahal dari awal digembar-gemborkan, bahwa tersedia untuk rekrutmen 1 juta guru,” kata Unifah pada acara Halalbihalal PGRI disiarkan melalui kanal YouTube PGRI, Sabtu (21/5/2022).

Unifah menegaskan hal tersebut merupakan persoalan serius karena amanat Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) disebutkan bahwa ketersediaan jumlah guru, kualitas, kompetensi, dan penyebarannya, dan kesejahteraannya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda).

Unifah juga menyoroti isu tidak adanya kesempatan bagi para calon guru untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Pasalnya, hal tersebut juga menjadi persoalan serius, menyangkut keberlanjutan generasi muda yang potensial yang tertarik menjadi guru.

Selain itu, Unifah juga mengatakan persoalan guru khusus lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) semakin tidak jelas di dalam peta jalan maupun RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Itu sebabnya PGRi selalu bersifat kritis dan terbuka untuk melakukan dialog. Persoalan sekolah swasta yang pada umumnya untuk menampung anak-anak yang tidak bisa masuk sekolah negeri kurang dapat perhatian,” ucap Unifah.

“RUU Sisdiknas yang dibuat tergesa-gesa juga menjadi perhatian PGRI agar persoalan-persoalan penting menyangkut masa depan bangsa itu sebaiknya didiskusikan secara terbuka melibatkan para ahli dan masyarakat agar menjadi pedoman dan arah bagi kelangsungan Pendidikan yang bermutu,” sambungnya.

Selanjutnya, Unifah menuturkan PGRI terus berupaya memperjuangkan nasib guru dengan akan membangun silaturahmi dengan berbagai pihak dengan pemerintah dan pemda agar tercapainya kejelasan. “Khsusunya tentang kejelasan status guru honorer yang saat ini masih belum jelas statusnya,”pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI